Plt Wali Kota Tasik Tak Akan Intervensi KONI

47
0
HISTORI. Deretan foto Ketua KONI Kota Tasikmalaya dari masa ke masa terpajang di sekretariat KONI, Jumat (11/12). Firgiawan / Radar Tasikmalaya
HISTORI. Deretan foto Ketua KONI Kota Tasikmalaya dari masa ke masa terpajang di sekretariat KONI, Jumat (11/12). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

TASIK – Plt Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf mengaku pihaknya memberi keleluasaan terhadap para pegiat olahraga, untuk berdemokrasi mufakat dalam Musorkotlub KONI yang akan diselenggarakan akhir bulan ini.

Ia berkomitmen tidak akan mengintervensi dalam bentuk apa pun, berkaitan pemilihan calon ketua dan jajaran kepengurusan mendatang.

“Pemerintah tidak akan mengintervensi, kita beri keleluasaan para pegiat, pecinta bahkan olahragawan dalam berdemokrasi sebaik mungkin,” tuturnya saat di Bale Kota Tasikmalaya, Kamis (10/12).

Yusuf hanya menitip pesan, supaya terjadi perubahan fundamental di dalam wadah fasilitasi olahraga daerah tersebut. Manajerial selama ini terbilang perlu mengalami evaluasi yang cukup mendasar.

“Supaya kejadian seperti kemarin tidak terjadi lagi. Analisa saya, itu dampak pengelolaan di internal yang tidak sesuai harapan,” katanya.

Baca juga : Jaga Komunikasi Antar Etnis Cegah Konflik Sara di Kota Tasik

Selain itu, lanjut Yusuf, kepengurusan mendatang harus mengoptimalkan peran auditor internal. Sehingga dapat memonitor kelangsungan tata kelola keuangan organisasi dengan baik, tatkala lembaga auditor eksternal melakukan pemeriksaan sudah mendapat preferensi jelas.

“Silakan, siapa pun yang nanti terpilih mohon KONI dimanajerial sebaik mungkin. Bangun harmonisasi dan sinergitas dengan Pemkot supaya keolahragaan daerah tidak hanya berbuah prestasi, tapi prestise,” harap Ketua Pengda Perpani Provinsi Jawa Barat tersebut.

Pada kesempatan itu, Yusuf menceritakan kala KONI kepengurusan lama mengusulkan kebutuhan anggaran cukup besar untuk perhelatan Porda Jawa Barat yang dihelat di Bogor beberapa tahun lalu.

Kala itu, KONI mengajukan kebutuhan dana fantastis dengan target masuk 10 besar. “Faktanya, alokasi kita kala itu lebih besar ketimbang Kabupaten Tasikmalaya. Namun, hasilnya mereka ranking 8, sementara kita merosot ke ranking 23,” keluhnya.

Yusuf menambahkan perlu evaluasi bersama, supaya manajerial ke depan dalam men-support kinerja cabor dan potensi atlet bisa lebih optimal. Kemitraan dengan pemerintah terjalin dengan baik, supaya ke depan tidak lagi terjadi pengelolaan berujung kasus hukum.

“Silakan Musorkotlub para cabor dapat memilih figur yang betul-betul membantu lebih baik keolahragaan ke depan,” harap Yusuf. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.