PLTP Karaha Beroperasi, Pemkab Dapat Jatah

408
0
MENINJAU. Pelaksana tugas Harian Direktur Utama PGE Ali Mundakir (tengah) meninjau PLTP Karaha Unit 1, Senin (30/4).

KADIPATEN – Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) Karaha Unit 1 di Kecamatan Kadipaten milik Pertamina Geothermal Energy (PGE) mulai bisa dioperasikan pada 6 April 2018.

PLTP Karaha Unit 1 mampu menghasilkan listrik sebesar 30 megawatt (MW) yang rencananya akan disalurkan untuk Jawa-Bali. Walaupun sudah bisa dioperasionalkan, PGE tidak akan mengambil keuntungan sendiri dari penjualan listrik yang dihasilkan oleh panas bumi itu. Mengingat keberadaan area PLTP ini pada dua daerah yang berbeda, Kabupaten Tasik dan Garut.

“Nantinya keuntungan akan kita bagi kepada pemerintah yang berada pada wilayah kerja PLTP,” ujar Plt Harian Direktur Utama PGE Ali Mundakir kepada Radar, Senin (30/4).

Dia menyatakan PGE akan memikirkan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Garut serta masyarakat di mana PGE beroperasi, berupa memberikan keuntungan. Pemikiran itu salah satu bentuk apresiasi PGE kepada masyarakat dan pemerintah yang sudah memberikan dukungan.

Keuntungan yang diberikan kepada pemerintah daerah bisa langsung diberikan tanpa harus menyerahkan terlebih dulu kepada pemerintah pusat. “Dengan demikian pemerintah pusat berharap pemerintah daerah bisa langsung menikmati hasilnya,” ungkap Ali.

Peran pemerintah pusat lebih kepada menghitung berapa jumlah keuntungan yang bisa dinikmati pe­merintah daerah dari hasil PLTA Karaha Unit 1 ini.

“Biasanya untuk listrik pemerintah daerah akan mendapatkan satu persen dari keuntungan,” bebernya.

Selain memberikan keuntungan kepada pemerintah daerah, kata dia, PLTP juga mampu menyerap tenaga kerja lokal.

Sehingga bisa menekan angka pengangguran pada dua kabupaten tersebut. “Pada saat masih tahapan proyek sudah menyerap tenaga kerja lokal. Kemudian saat proyek PLTP jalan hampir dua ribuan pekerja lokal, termasuk operator juga yang diutamakan adalah tenaga kerja lokal,” terangnya. Kemudian masyarakat sekitar hampir 33 ribu rumah sekitar PLTP menjadi penerima manfaat listrik dan menjadi prioritas sebelum disalurkan ke daerah lain. “PLN utamakan masyarakat sini supaya tidak ada gangguan,” jelasnya.

PGE meminta Pemkab Tasikmalaya dan Garut untuk mempermudah regulasi usaha PGE dan bisa menciptakan kondusifitas di lokasi tersebut. “Kami berharap pemda bisa memberikan dukungan dengan regulasi dan menciptakan rasa aman di lokasi,” harapnya.

Sejuah ini PGE memiliki kapasitas listrik dari PLTP sebanyak 617 MW. Rinciannya dari Kamojang-Jawa Barat 235 MW, Lahendong-Sulawesi Utara 120 MW, Ulubelu-Lampung 220 MW, Sibayak-Sumatera Utara 12 MW dan Karaha-Jawa Barat 30 MW. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.