PMII Kota Banjar Minta APH Awasi Proyek Balokang Patrol

77
0
Irfan Ali Sya’hbana
Irfan Ali Sya’hbana

BANJAR – Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar Irfan Ali Syabana meminta aparat penegak hukum (APH) bertindak.

Mengawasi jalannya pemasangan kembali pipa dari Balokang Patrol di Desa Jajawar menuju Instalasi Pengolahan Air (IPD) di Kelurahan Situ Batu.

Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan proyek untuk pemenuhan kebutuhan air di masyarakat Banjar itu segera berfungsi. Sebab, dia menilai selama ini pengawasan atas pekerjaan yang dibangun lebih dari lima tahun itu lemah.

“Terkait penambahan lagi anggaran untuk pembangunan proyek sarana air baku Balokang Patrol dengan sejumlah anggaran cukup besar yakni Rp 16 miliar sungguh sangat disayangkan apabila masih gagal beroperasi. Karena proyek itu sudah lama dibangun, tapi selalu gagal beroperasi. Kita berharap pemerintah merencanakan dengan matang supaya proyek itu tidak gagal lagi,” kata Irfan Minggu (13/9).

Dia menjelaskan dulu pipa sebenarnya sudah dibangun dari sarana air baku Balokang Patrol ke IPA Situ Batu. Tapi ketika dioperasikan rusak dan sekarang dianggarkan lagi dengan biaya yang tidak sedikit.

“Lalu pipa yang dulu dibangun pertanggungjawabannya seperti apa?” kata Irfan.

Baca juga : Proyek SAB Balokang Patrol Kota Banjar Disuntik Rp16 M, Masalah Harus Beres

Ia berharap pihak terkait yang menangani itu serius mengerjakan sebuah pembangunan. Jangan sampai pembangunan selesai kemudian mangkrak. Terlebih, sarana air baku dan IPA Situ Batu yang tidak beroperasi tetap harus membayar beban listrik sampai Rp 14 juta per bulan.

Ia juga mendorong BBWS dan PLN berkoordinasi supaya bisa mengefisienkan penggunaan listrik. “Jika ini terlalu lama tidak beroperasi, bagaimana nasib masyarakat yang membutuhkan air bersih. Bukankah air merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang. Selain itu, penyediaan listrik ini kan dibiayai dengan sejumlah anggaran tidak kecil. Akan sia-sia jika dibiarkan tak beroperasi. Saya pikir juga sekarang pembayaran listrik sudah sia-sia karena dibayar tapi untuk apa penggunaannya?” tanyanya juga.

Sebelumnya, Manager Unit Layanan Terpadu PLN Kota Banjar Kelik Kurniawan mengatakan Balokang Patrol memiliki beban penbayaran listrik rata-rata Rp 14 juta per bulan.

“Dayanya diturunkan, dulu ketika pemasangan awal dayanya sekitar 555KVA, beban tagihannya sampai Rp 30 juta per bulan. Sekarang Rp 14 juta, ada penurunan karena dayanya juga diturunkan. Tapi nanti jika sudah beroperasi maka akan beban tagihan akan bertambah seiring dengan beban daya yang digunakan,” katanya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.