PMII Kota Banjar Minta Usut Tuntas Kasus Rutilahu

97
0

BANJAR – Ketua PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar Irfan Aki Sya’bana mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar. Irfan meminta kasus dugaan korupsi program rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kota Banjar diusut tuntas.

“Kita apresiasi betul dengan kinerja yang dilakukan oleh Kejari Kota Banjar, yakni atas penanganan temuan langsung dugaan kasus korupsi anggaran rutilahu yang ternyata saat ini ditemukan berkembang di tiga wilayah di Kota Banjar. Apalagi sangat kita sayangkan, ternyata dugaan kerugiannya sudah berkisar Rp 200 juta lebih,” katanya.

Ia berharap Kejari bekerja maksimal dalam mengungkap kasus tersebut. Tumpas hingga ke akar-akarnya. “Kami sangat berharap supaya Kejari Kota Banjar terus melakukan kinerja yang maksimal untuk menangani kasus tersebut. Karena atas tindakan yang dilakukan oleh para pelaku, artinya tidak hanya merugikan negara saja, tetapi sangat merugikan sekali bagi masyarakat,” kata dia Minggu (14/7).

Koordinator Keluarga Mahasiswa Kota Banjar Awwal Muzakki berharap pengungkapan tuntas dan pelaku korupsi ditindak tegas.

“Kami mendukung langkah Kejari dalam mengusut dugaan kasus korupsi bantuan rutilahu. Langkah Kejari sangat tepat sekali lantaran kerugian anggaran negara cukup besar. Selain merugikan anggaran, korupsi ini pun merugikan rakyat yang seharusnya memperoleh haknya,” kata Awwal.

Kata dia, dugaan korupsi rutilahu merupakan bukti bahwa birokrasi Pemerintahan Kota Banjar belum bersih. Menurutnya, kasus tersebut menjadi tamparan keras bagi Pemerintahan Kota Banjar.

“Kami berharap Kejari bisa secepatnya menuntaskan kasus korupsi yang ada di Kota Banjar. Tak hanya rutilahu, tapi dugaan kasus yang lainnya yang belum terungkap. Supaya di Kota Banjar ini terwujud pemerintahan clean governance,” kata dia.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Banjar menangani kasus dugaan korupsi rutilahu tahun 2016 di Desa Batu Lawang, Kelurahan Sukamukti dan Kelurahan Pataruman. Program rutilahu sendiri dilaksanakan pada tahun 2016 silam.

“Kerugian sementara yang kami temukan sekitar Rp 200 juta lebih,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar Gunadi melalui Kasi Intelejen Ratno Timur. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.