PMII STMIK Berikan Pemahaman tentang Media, Bangun Generasi Muda Melek Literasi

39
0
ISTIMEWA SEMANGAT. Peserta Mapaba PMII Komisariat STMIK Tasikmalaya belajar jurnalistik di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Cibunigeulis Kota Tasikmalaya, Minggu (13/12).
ISTIMEWA SEMANGAT. Peserta Mapaba PMII Komisariat STMIK Tasikmalaya belajar jurnalistik di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Cibunigeulis Kota Tasikmalaya, Minggu (13/12).
Loading...

TASIK – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STMIK Tasikmalaya bekerja sama dengan Radar Tasikmalaya memberikan pemahaman peran media massa di era digital kepada mahasiswa, Sabtu (12/12).

Kegiatan ini bagian dari rangkaian Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) di Pondok Pesantren Al-Istiqomah Cibunigeulis Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, 11-13 Desember 2020.

Ketua PMII Komisariat STMIK Tasikmalaya Barirosdi Amrulloh menyebutkan, sepuluh mahasiswa peserta Mapaba PMII STMIK Tasikmalaya menerima materi jurnalistik dasar dan memaknai era keterbukaan informasi. Tujuannya agar mereka menguasai teknik dasar menulis dan melek literasi digital.

“Setelah mendapat pembekalan jurnalistik, mahasiswa jadi paham tentang perencanaan isi, penulisan dan penyuntingan berita. Hal ini sangat bermanfaat, terlebih ke depannya PMII Komisariat STIMIK ingin membuat website mandiri untuk menyampaikan pesan-pesan organisasi kepada publik secara efektif dengan penulisan yang baik,” katanya kepada Radar, Minggu (13/12).

Materi jurnalistik ini, sambungnya, menekankan pada minat untuk memperkaya ilmu jurnalistik secara umum. Seperti sejarah pers, fungsi dan jenis pers, serta diajarkan menulis sesuai ejaan yang disempurnakan.

Loading...

“Dengan mampu belajar ilmu jurnalistik yang baik mampu memberikan informasi yang bisa tersampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa juga bisa memfilter informasi yang didapat di media sosial. “Ketika mereka sudah paham jurnalistik maka bisa mengandalkan fakta dan etika. Sehingga diharapkan mereka bijaksana dalam menggunakan media sosial atau website pribadi,” katanya.

Fasilitator Mapaba PMII STIMIK Tasikmalaya Ilham Abdul Jabar menyampaikan, mahasiswa harus mengetahui jurnalistik. Karena di situ terdapat teknik menulis yang membutuhkan rangkaian kalimat-kalimat yang mudah dipahami dan tidak berlebihan serta sesuai dengan topik yang diangkat.

“Menulis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Bisa apa saja seperti berita, artikel, opini dan bentuk lainnya,” ujarnya.

Maka ia mengimbau mahasiswa fokus belajar jurnalistik. Itu akan memberikan pandangan dan pengetahuan baru untuk diaplikasikan ke dalam tulisan yang singkat, padat dan jelas.

“Menulis adalah tradisi para ulama, karena itulah menulis dikenalkan sampai sekarang. Maka untuk para mahasiswa menulislah. Itu salah satu cara agar kita dikenal oleh orang masa depan,” katanya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.