PMII Temukan Posko Perbatasan di Kota Tasik tak Ada Petugas

1444
0
Istimewa IKUT JAGA POSKO. Aktivis PMII Kota Tasikmalaya saat membantu petugas di Posko Karangresik Jumat dini hari (10/4).

CIPEDES – Aktivis mahasiswa meminta Pemkot Tasikmalaya serius dalam menjalankan Posko Pengendalian dan Pencegahan Covid-19 di sejumlah titik perbatasan. Pasalnya, hasil survei mereka ke beberapa lokasi, masih ditemukan kelemahan dalam menekan risiko penyebaran virus Corona tersebut.

Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya Pipin Hidayat mengatakan Kamis (9/4) pihaknya turut membantu pelaksanaan pengawasan orang masuk ke wilayah kota di Posko Karangresik. Sayangnya, petugas medis dari Pemkot dalam hal ini personel dari Puskesmas tidak ada. “Kita tanya petugas yang berjaga memang tidak ada katanya sudah beberapa hari. Hanya ada relawan kesehatan,” tuturnya kepada Radar, Jumat (10/4).

Baca juga : Positif Corona di Kota Tasik Nambah 1 dari Cluster Lembang

Padahal, lanjut dia, Posko tersebut salah satu akses yang memungkinkan datangnya pengendara dari daerah luar terutama zona merah Covid-19. Apabila tersedia tenaga medis dari Pemkot, setidaknya bisa melaksanakan SOP pengawasan lebih baik, meski saat ini diakui alat pengecekan semisal rapid test masih terbatas.

“Baiknya ada petugas medis khusus dari Pemkot, selain bisa menyosialisasikan langsung secara medis, mengedukasi pengguna jalan juga memastikan sehat tidaknya warga yang masuk ke dalam kota,” kata dia.Kemudian, lanjut Pipin, kendaraan roda dua yang melintas di Posko Karangresik tidak diperiksa.

Padahal potensi virus terbawa tidak hanya dari kendaraan roda empat saja. “Termasuk masih ditemukan moda transportasi umum yang hilir mudik keluar masuk wilayah kita dengan intensitas tidak sepadat biasanya. Namun, tetap harus diawasi dengan serius,” ucap aktivis mahasiswa itu.

Baca juga : Wali Kota Tasik Lantik 7 Pejabat, Satunya untuk Tekan Sebaran Corona?

Pihaknya turut membantu pengawasan orang masuk ke wilayah kota mulai pukul 18.30 sampai dengan Jumat dini hari (10/4). Membantu mengecek suhu tubuh pendatang dan menginput data, meringankan petugas yang berjaga di lokasi posko. “Harus ada evaluasi weekly (mingguan) bahkan daily (harian) dalam pelaksanaan operasi posko. Supaya potensi pembawa virus masuk ke daerah dipersempit, mengingat setiap harinya perkembangan Covid-19 di kita terus menanjak,” kata dia. (igi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.