Pohon Kelapa Menyala di HZ Mustofa tak Ramah Lingkungan

211

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

HZ MUSTOFA – Pemasangan beberapa pohon kelapa plastik di median jalan kawasan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya mendapat kritikan keras dari warga Kota Tasikmalaya.

Proyek yang menghabiskan biaya sebesar Rp. 1. 268.400.000,- ini mendapat perhatian dari pegiat lingkungan hidup.

Mengingat, kondisi Kota Tasikmalaya yang kian memanas, malah ditanami pohon kelapa dari plastik, bukan pohon asli yang dapat menyerap karbondioksida.

Ketua DPD Lembaga Pemantau Lingkungan Hidup Indonesia (LPLHI) Kota Tasikmalaya Asep Devo menjelaskan, seharusnya Pemkot mengutamakan penanaman pohon asli di ruang terbuka. Apalagi, HZ Mustofa terbilang jalur sibuk yang dipadati hilir-mudik kendaraan.

“Pembangunan itu harus ramah lingkungan, kalau menggunakan plastik tidak bisa menyerap air apalagi karbondioksida dari kendaraan,” ungkapnya saat menghubungi Radar, Rabu (7/11).

Menurutnya, suhu Kota Resik kian hari kian memanas, disamping maraknya galian c, pengurugan bukit serta minimnya penanaman pohon di perkotaan.

Untuk itu, di median jalan seharusnya digunakan untuk menanam pohon yang menghasilkan oksigen, supaya sesuai dengan konsep pembangunan ruang terbuka hijau.

“Seharunya ditanamkan seperti pohon trembesi dan pohon pohon hias yang biasa di pergunakan untuk median jalan. Kalau dengan plastic kami tidak setuju karena tidak ramah lingkungan,” tegasnya.

Pihaknya akan mendatangi dinas terkait dan DPRD untuk mempertanyakan tujuan penataan median jalan. Kemudian arah kebijakan pembangunan tersebut, yang secara kasat mata sudah terlihat kurang ramah lingkungan.

“Apalagi anggarannya Rp 1,2 miliar. Kita akan protes ke dinas terkait waktu dekat ini, supaya semuanya jelas,” tegas Asep. (firgi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.