Pohon Kelapa Palsu di Mata Publik, Anggaran Besar Manfaat Kurang sampe Ide Brilian

36
Pohon Kelapa Plastik di Jalan KHZ Mustufa Kota Tasikmalaya, berfungsi sebagai penerangan jalan. foto; firgi/ radartasikmalaya

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIHIDEUNG – Publik mengkritisi penataan median jalan Jalur HZ Mustofa yang dihiasi pohon plastik. Mulai anggaran, estetika, fungsi hingga kebingungan soal munculnya pohon kelapa palsu.

“Ini konsepnya yang tidak dipahami oleh tim di lapangan, atau konsepnya yang memang tidak matang,” heran Wakil Direktur DPP Sipatutat Myftah Farid SIP Kamis (8/11).

Akan lebih elok, kata tokoh muda NU ini, jika penataan median jalan lebih fokus kepada penanaman pepohonan asli. Manfaatnya tentu akan lebih banyak. Mulai penyerapan air dan mengurangi polusi udara. “Jalanan kan tentu penuh dengan polusi udara yang harus diminimalisir,” tuturnya.

Miftah Farid

Jika memang mengedepankan nilai estetika, mantan aktivis mahasiswa ini masih bingung dengan makna ”pohon kelapa” yang dipajang di median jalan.

Menurutnya, banyak simbol yang lebih memiliki nilai estetika, sejalan dan budaya lokal Tasikmalaya.

“Pohon plastik itu pohon kelapa kan? Lebih baik dengan monumen yang bernilai sejarah yang menjadi ikon Kota Tasikmalaya,” tuturnya.

Sementara itu, aktivis pemuda, Dian Pertama justru menilai konsep pohon plastik tersebut merupakan ide yang brilian.

Karena sudah saatnya Kota Tasikmalaya membangun hal-hal yang ikonik untuk menyegarkan mata masyarakat supaya tidak terfokus hanya di taman kota atau alun-alun saja.

“Jadi perlu dibangun hal-hal seperti itu di lokasi lainnya,” ujarnya.
Namun demikian, setiap pembangunan yang dilaksanakan harus sesuai antara anggaran dengan penerapannya.

Dian Pertama

“Yang penting itu sesuai enggak anggaran yang dikucurkan dengan hasil pembangunannya?,” ujarnya.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) Kota Tasikmalaya Dedi Hermawan, sebelumnya, menjelaskan akan ada delapan pohon plastik yang dipasang dua buah di setiap median.

Dari lima median jalan di jalur HZ Mustofa yang ditata tahun ini hanya satu median yang tidak dipasang pohon tersebut.

“Tingginya (pohon kelapa plastik, Red) sekitar 2,5 meter. Sementara pada bagian median jalannya ditanami bayam merah dan akan terlihat cantik di malam hari dengan sorotan warna-warni lampu,” ungkapnya saat dihubungi Radar, Selasa (6/11).

Pohon kelapa plastik yang dipasang pada median Jalan HZ Mustofa bukan sebagai pohon hiasan semata. Melainkan sebagai lampu penerangan yang dibentuk menyerupai pohon supaya lebih indah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Konsultan Perencana Penataan Median Jalan HZ Mustofa H Nanang Nurjamil.

“Pohon plastik itu, esensinya bukan sebagai pohon. Aksesoris pengganti lampu. Sebab median jalan harus diberi penerangan supaya lebih terlihat cantik dan estetis di malam hari. Pertimbangannya, lebih proporsional dan indah apabila berbentuk pohon,” bebernya kepada wartawan, Rabu (7/11). (rga/igi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.