Pohon Kelapa Plastik Berfungsi Lampu Penerangan Agar Lebih Indah di Malam Hari

77

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

HZ MUSTOFA – Pemasangan beberapa pohon kelapa plastik di median jalan kawasan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya mendapat kritikan keras dari warga Kota Tasikmalaya.

Pasalnya, proyek pertamanan di Dinas Perwaskim Kota Tasikmalaya dengan memasang pohon kelapa palsu ini dianggap warga tak pantas.

Terlebih proyek yang dilaksanakan oleh CV Bintang Kiri ini, menghabiskan biaya sebesar Rp. 1. 268.400.000,-

Menanggapi keluhan warga, konsultan perencana penataan median Jalan HZ Mustofa, H Nanang Nurjamil menjelaskan, pohon plastik tersebut, esensinya bukan sebagai pohon hiasan semata, melainkan lampu penerangan yang dibentuk menyerupai pohon kelapa agar terlihat lebih indah.

“Pohon plastik itu, esensinya bukan sebagai pohon. Aksesoris pengganti lampu, sebab median jalan harus diberi penerangan supaya lebih terlihat cantik dan estetis di malam hari. Pertimbangannya, lebih proporsional dan indah apabila berbentuk pohon,” bebernya kepada wartawan.

Dia mewajarkan apabila pekerjaan penataan median itu menuai reaksi publik, sebab secara kasat mata hanya terlihat lampu berbentuk pohon kelapa disela-sela tanaman asli sekitarnya.

“Kemungkinan masyarakat melihat lampu itu, fungsinya sebagai pohon. Sebab fakta di lapangan saat ini yang sudah terbangun ada yang tidak sesuai dengan perencanaan, kita dalam perencanaan juga menyertakan pohon asli di mediannya. Wajar mengundang persepsi buruk masyarakat,” jelas dia.

Nanang merinci, dalam perancanaan telah disertakan bunga matahari, pohon trembesi untuk menyerap karbondioksida serta sansivera.

Tetapi dalam pelaksanaan belum sesuai rencana awal. “Saat kami ekspose perencanaan, ketika ada yang harus direvisi ya kita perbaiki. Diantaranya Pak Wali Kota saat itu ingin ada bunga matahari. Pepohonan lain juga yang sudah direncanakan belum terlihat,” papar Nanang.

Di sisi lain, dirinya menyesalkan saat proses penggarapan hingga hampir memasuki masa kontrak berakhir, tidak ada koordinasi dan komunikasi sama sekali dari pemerintah, kontraktor pelaksanan dan konsultan pengawas.

“Terus terang kami menyesalkan, saat pembangunan berjalan sampai dengan saat ini tidak ada koordinasi. Melihat ada beberapa item dari perencanaan tidak terlihat,” pungkas dia. (igi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.