Pohon Plastik Di Jalan HZ Kota Tasik Jadi Bahan Evaluasi

51

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

CIHIDEUNG – Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Wahid menyesalkan penanaman pohon plastik di median jalan HZ Mustofa. Apalagi belakangan menuai cibiran dari publik. Dia pun tidak sepakat dengan pemasangan pohon palsu tersebut.

“Ya secara pribadi saya juga kurang setuju. Kenapa tidak menggunakan pohon asli saja?” ungkapnya kepada Radar, Jumat (9/11).

Menurut dia, jika ingin mengejar estetika, penanaman pohon asli pun tidak kalah menarik dipandang mata. Ditambah manfaat yang diberikan pun lebih baik dari pohon palsu yang tidak menyejukkan. “Kalau dengan pohon asli kan indahnya dapat, manfaat lingkungannya pun ada,” tuturnya.

Walaupun anggaran penataan median jalan senilai Rp 1. 268.400.000 itu disetujui DPRD, Wahid mengaku tidak mengetahui detail konsep pembangunannya. Dia pun tidak mengira akan ada pemasangan pohon palsu di median jalan. “Memang anggarannya kita setujui. Tapi kami tidak tahu konsepnya secara detail,” katanya.

Wahid juga akan menjadikan persoalan pohon plastik itu menjadi bahan evaluasi agar hal serupa tidak terjadi lagi. Dia meminta instansi terkait ke depannya bisa menyampaikan program pembangunan secara detail ke DPRD.

Sementara itu, mengenai filosofi pohon kelapa itu, Wahid juga tidak tahu maksud dan tujuannya. “Tapi hubungan dengan lokal Kota Tasikmalaya saya rasa tidak ada,” tutur dia.

PENGERJAAN. Penanaman pohon plastik di median jalan di sepanjang Jalur HZ Mustofa masih dalam tahap pengerjaan, Jumat (9/11).

Diberitakan sebelumnya, median jalan di sepanjang jalur HZ Mustofa ditanam pohon kelapa plastik. Pohon palsu tersebut sebagai hiasan pada proyek penataan media jalan senilai Rp 1.268.400.000 yang masih dikerjakan CV Bintang Kiri.

Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) Kota Tasikmalaya Dedi Hermawan menjelaskan akan ada delapan pohon plastik yang dipasang dua buah di setiap median.

Dari lima median jalan di jalur HZ Mustofa yang ditata tahun ini hanya satu median yang tidak dipasang pohon tersebut. “Tingginya (pohon kelapa plastik, Red.) sekitar 2,5 meter. Sementara pada bagian median jalannya ditanami bayam merah dan akan terlihat cantik di malam hari dengan sorotan warna-warni lampu,” ungkapnya saat dihubungi Radar, Selasa (6/11).

Sementara itu, Ketua DPD Lembaga Pemantau Lingkungan Hidup Indonesia (LPLHI) Kota Tasikmalaya Asep Devo menjelaskan seharusnya pemkot mengutamakan penanaman pohon asli di ruang terbuka. Apalagi, HZ Mustofa terbilang jalur sibuk yang dipadati hilir-mudik kendaraan. “Pembangunan itu harus ramah lingkungan, kalau menggunakan plastik tidak bisa menyerap air apalagi karbondioksida dari kendaraan,” ungkapnya saat menghubungi Radar, Rabu (7/11).

Menurutnya, suhu Kota Resik kian hari kian memanas. Apalagi galian C dan pengerukan bukit makin marak. Sedangkan penanaman pohon di perkotaan minim. Untuk itu, di median jalan seharusnya digunakan untuk menanam pohon yang menghasilkan oksigen.

Supaya sesuai dengan konsep pembangunan ruang terbuka hijau. “Seharusnya ditanamkan seperti pohon trembesi dan pohon-pohon hias yang biasa di pergunakan untuk median jalan. Kalau dengan plastik kami tidak setuju karena tidak ramah lingkungan,” tegasnya. (rga/igi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.