Pohon Tumbang, Tiga Rumah Rusak

88

PADAKEMBANG – Hujan disertai angin kencang melanda Kecamatan Padakembang dan Singaparna, Jumat (7/12) pukul 16.30. Akibat kejadian tersebut pohon mahoni berukuran besar tumbang dan tiga rumah warga rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mencatat ada tiga rumah warga di Kampung Gunung Kawung Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna rusak tertimpa pohon tumbang.

Kemudian pohon mahoni berukuran besar di Jalan Raya Cintaraja Kampung Cikembang Desa CIlampunghilir roboh dan menutupi badan jalan hingga menyebabkan kemacetan dari kedua arah. Akibat kejadian ini juga aliran listrik sempat mati beberapa jam sebelum dilakukan perbaikan.


Solehudin (39), warga Kampung Cikembang Desa Cilampunghilir mengatakan hujan dengan angin kencang yang disertai petir sangat menakutkan dan membuat khawatir warga. Bahkan tidak ada satu warga pun yang berani keluar rumah. Karena melihat di luar kondisi pohon diterpa angin kencang menjadi rawan tumbang.

“Tak kurang dari 30 menit setelah hujan dan angin kencang tiga pohon mahoni berukuran besar di Jalan Raya Cintaraja tumbang dan menimpa badan jalan,” ungkapnya kepada Radar kemarin.

Akibat pohon tumbang, kata dia, tidak ada warga atau kendaraan yang tertimpa. Karena memang tumbangnya ke tengah dan menutup badan jalan. Tapi, ada satu motor yang sedang parkir dekat bengkel tertimpa ranting pohon. “Beruntung di sekitar pohon tumbang ini tidak ada rumah yang terkena dampak, hanya macet saja,” paparnya.


Warga lainnya, Alamsyah (43) mengatakan ada sekitar tiga pohon mahoni berukuran besar yang tumbang. Melihat kondisi itu, usai hujan reda warga langsung mengevakuasi material pohon yang tumbang supaya akses jalan bisa kembali dilalui.

“Warga bersama polisi dan relawan BPBD menggunakan gergaji mesin serta alat sederhana memotong bagian demi bagian pohon tersebut. Sehingga jalan bisa dilalui dan tidak timbul kemacetan yang begitu lama,” paparnya.

Tempat yang sama, Kapolsek Singaparna Kompol Budiman mengatakan pascatumbangnya pohon kendaraan dari dua arah memang tidak bisa melintas, yang dampaknya macet sepanjang satu kilometer.

“Sebagai alternatif kita alihkan kendaraan dari arah Garut ke Jalan Ciawi-Singaparna (Cising). Sedangkan dari arah lain dengan sistem buka tutup,” terangnya. (dik)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.