Beranda Insiden Polda Riau Diserang, Tangerang Digerebek, 3 Terduga Teroris Salah Satunya Wanita

Polda Riau Diserang, Tangerang Digerebek, 3 Terduga Teroris Salah Satunya Wanita

97
0
BERBAGI
Penggerebekan rumah terduga teroris di Tangerang Bante, Rabu (16/5/2018)

JAKARTA – Aksi teror masih belum berhenti. Setelah Polda Riau diserang, di Tangerang, Banten, polisi melakukan pengerebekan terhadao terduga teroris, Rabu (16/5/2018).

Hal itu dibenarkan Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan saat dikonfirmasi terkait kebenaran informasi tersebut.

Menurut Herry, penggerebekan tersebut dilakuan di sebuah rumah di kawasan Jalan Gempol, Pinang, Tangerang.

Saat ini, kata Harry, polisi tengah berada di tempat kejadian perkara (TKP).

“Saya lagi di TKP (Tempat Kejadian Perkara),” kata Kombes Harry saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/5/2018).

Meski membenarkan informasi tersebut, namun Harry belum dapat menerangkan secara rinci terkait penggrebekan dugaan teroris itu.

Berdasarkan informasi yang beredar, tiga terduga teroris diamankan dalam kejadian itu.

“Ya, iya. Ada tiga orang diamankan,” katanya.

Namun, kata Harry, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih jauh terkait identitas tiga terduga teroris tersebut.

“Saya lagi di TKP, masih dilakukan penyelidika,” tutupnya.

Berdasarkan informasi yang didapat, dalam penggerebakan tersebut, satu terduga teroris yang diamanakan adalah seorang wanita.

Seorang perempuan terduga teroris diamankan dalam penggerebekan di Tangerang Banten, Rabu (16/5/2018)

Sebelumnya, Polda Riau diserang oleh sejumlah teroris yang mengakibatkan satu anggota polisi meninggal dunia.

Berdasarkan informasi yang didapat, anggota polisi yang meninggal dunia tersebut adalah Ipda Auzar.

Ia meninggal akibat ditabrak oleh para pelaku teroris setelah sebelumnya sempat dilarikan ke RS Bhayangkara, Pekanbaru.

Sementara anggota polisi yang menderita luka akibat sabetan samurai adalah Kompol Faridz.

Lalu, ada juga Brigadir Jhon Hendrik ang juga terkena sabetan samura pelaku.

Saat serangan terjadi, diketahui tengah digelar ekspos hasil penangkapan narkoba yang dipimpin langsung Kapolda Riau, Irjen Nandang.

Selain itu, ada juga dua awak media yang ikut menjadi korban dalam serangan teroris tersebut.

Kedua pewarta itu mengalami luka di bagian kepala dan beberapa bagian tubuh lainya akibat ditabrak mobil pelaku.

Hasil pemeriksaan terhadap empat jenasah pelaku penyerangan, polisi menemukan serangkaian kabel pada salah satu jenasah.

Pemeriksaan tersebut dilakukan karena polisi mencurigai para pelaku membawa bom bunuh diri.

“Setelah diperika Jibom, ada serangkaian kabel. Ada kotak tapi kosong,” ungkap Kabid Humas Polda Riau AKBP Sunarto di Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018).

Saat melakukan penyerangan sekitar pukul 09.00 WIB, para pelaku juga menggunakan pengaman yang lengkap.

“Itu yang dicurigai ada pelindung tubuh, namun dilakukan pemeriksaan tadi. Kami masih dalami apakah benar bom,” jelasnya.

Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang digunakan pelaku.

Saat menyerang, komplotan yang berjumlah sekitar lima orang tersebut mengendarai mobil Avanza warna putih dengan nopol BM 1192 RQ.

“Kendaraan masih diperiksa,” tuturnya.

Usai penyerangan, kendaraan yang ditumpangi pelaku tampak ringsek. Mobil itu menabrak pagar depan halaman Mapolda. Kendaraan kemudian diamankan di samping kantor Mapolda Riau.

Saat ini, suasana di sekitar Polda Riau masih mencekam. Penjagaan pun diperketat. Seluruh sudut Polda Riau dipasang garis polisi.

(pojoksatu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here