Polemik Buku Merah, Trio LSM Lawan KPK

20

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yakni MAKI, LP3HI dan KTI akhirnya mendaftarkan gugatan praperadilan (Prapid) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (15/10).

Ini terkait dengan keberadaan buku merah yang diduga dirusak oleh lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Lantaran sudah mendaftarkan gugatan praperadilan melawan lembaga anti rasuah ke PN Jaksel, maka PN Jaksel melalui Kepaniteraan mengeluarkan Nomor 133/Pid.Prap/2018/PN.Jkt.Sel.

Boyamin Saiman selaku koordinator MAKI kepada Fajar Indonesia Network (FIN) menegaskan, pihaknya (MAKI, LP3HI dan KTI) selaku pemohon gugatan praperadilan  nekad mengajukan praperadilan ke PN Jakarta Selatan melawan KPK RI terkait adanya dugaan pengrusakan barang bukti (BB) yang dikenal dengan buku merah dan buku putih.

“Kami selaku pemohon praperadilan sudah mendaftarkan gugatan praperadilan melawan KPK RI selaku termohon praperadilan tadi (Senin, Red). Kami mengajukan praperadilan ini dalam rangka mendorong KPK RI untuk menempuh upaya hukum pidana terhadap PolemiK dugaan perusakan barang bukti yang terkenal dengan sebutan buku merah dan buku putih. Kami merasa KPK RI tidak cukup hanya menempuh upaya pelanggaran kode etik,” tegas Boyamin.

Menurut koordinator MAKI ini, pihaknya morongan langkah hukum pidana oleh KPK ini dalam rangka untuk mencari kebenaran materiil guna menuju keadilan.

“Jika cukup bukti maka dibawa ke Pengadilan Tipikor dan jika tidak cukup bukti maka dihentikan penyelidikannya. Upaya praperadilan ini juga dalam rangka mengawal kasus ini supaya tetap di jalur hukum dan tidak bias politik akibat akhir-akhir ini kasus ini berkembang menjadi politis pro dan kontra,” ungkapnya lagi.

Menurut dia, gugatan praperadilan yang sudah didaftarkan ke PN Jakarta Selatan ini hanya fokus pada dugaan perusakan barang bukti.

“Kami tidak masuk ke materi apakah isi barang bukti buku merah tersebut benar atau salah. Bukan tugas Kami untuk membuktikannya. Kami hanya fokus pada keberadaan buku merah itu saja,” urainya kepada FIN.

Ditanya terkait materi gugatan praperadilan melawan KPK RI apakah bisa diuraikan secara garis besar, Boyamin menegaskan bahwa untuk materi lengkapnya nanti akan disampaikan secara rinci jika sidang praperadilan sudah digelar.

“Mohon bersabar ya. Ada saatnya nanti gugatan praperadilan ini dibacakan yakni saat sidang perdana nanyi di PN Jakarta Selatan. Dan paling lambat sidang perdana dengan agenda mendengarkan permohonan gugatan praperadilan dari pemohon akan digelar dua minggu ke depan setelah gugatan praperadilan di daftarkan,” tutupnya.

(gat/fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.