Istri Korban Tolak Autopsi

Polisi Akan Dalami Motif Tewasnya ASN

146
0

TASIK – Polres Tasikmalaya Kota terus men­dalami motif tewasnya aparatur sipil ne­gara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabu­paten Tasikmalaya pada Rabu (4/12).

Meskipun pihak keluarga menolak autopsi terhadap jasad kepala sekolah tersebut. “Istri korban secara tertulis di atas segel menolak dilakukan autopsi, tapi bukan berarti penyelidikan dihentikan. Kami masih akan bergerak mengusut kasus ini,” ujar Kapolsek Kadipaten AKP Erustiana kepada wartawan, Kamis (5/12).

Hingga kini, kata Erustiana, pihaknya masih mengumpulkan saksi-saksi untuk memastikan penyebab ke­mati­an korban. Walaupun secara kasat mata tidak di­temukan tan­da-tanda ke­kerasan di tubuh korban, namun bisa saja ada temuan baru dari keterangan saksi yang menjadi indikasi ke perbuatan pembunuhan.

“Kami masih berupaya mencari saksi-saksi baru. Tapi dugaan sementara memang karena serangan jantung. Untuk memastikannya sebenarnya harus autopsi. Tapi karena keluarga menolak, kami cari upaya lain,” ungkapnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tanda-tanda kekerasan yang bisa menghilangkan nyawa seperti lebam, bekas cekikan, mulut berbusa karena diracun atau ada luka tusuk di daerah organ vital tidak nampak. “Tanda-tanda seperti itu tidak kita temukan di tubuh korban,” paparnya.

Saat ini, kata Erustiana, jenazah korban telah dikebumikan pada Rabu malam (4/12) yang diambil oleh keluarganya dari Kamar Mayat RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, istri korban dalam surat pernyataan penolakan autopsi mengatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai sebuah takdir. Sehingga tidak akan melakukan autopsi dan pemeriksaan lainnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ditemukan tewas dalam mobil di pinggir jalan raya tepatnya depan di Kampung Tagog, RT/ RW 02/03 Desa Pamoyanan Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya, Rabu sore (4/12).

ASN tersebut tersebut, merupakan warga Desa Sukapancar Kabupaten Tasikmalaya. Yang juga menjabat kepala sekolah dasar (SD), dia diketahui tewas sekitar pukul 16.00 di dalam mobilnya jenis Avanza bernopol D-14697-ACU dengan posisi kendaraan mengarah ke barat (Bandung).

Saat ditemukan, korban berada di jok tengah dengan posisi jongkok, dan kepala mengarah ke belakang (berhadapan dengan kursi, Red) serta dalam keadaan tanpa menggunakan celana (setengah telanjang).

Diketahui, di bagian jok depan terdapat celana panjang dan celana dalam korban. Selain itu ditemukan juga tisu bekas lipstik serta manik-manik.

Sekretaris Desa (Sekdes) Pamoyanan Ery Ahmad mengatakan penemuan laki-laki meninggal dalam mobil itu sekitar pukul 16.12. Saat itu, dirinya mendapat informasi dari Ketua RT dan Kepala Dusun bahwa ada mobil yang terparkir sejak Selasa (3/12) sore.

Namun, terang dia, hingga ditemukan kondisi mesin mobil terus menyala. Karena curiga, akhirnya Ketua RT dan Kepala Dusun mencoba memeriksa kendaraan tersebut. Dari seluruh pintu mobil, ada salah satu pintu yang tidak terkunci.

Ketika pintu dibuka, kata Ery, ternyata di dalam mobil terdapat seorang pria yang seperti sedang tidur. Namun saat dibangunkan, tak bangun-bangun dan ternyata sudah meninggal dunia.

“Kondisi mayat sudah membiru, berada di jok tengah. Tapi tak duduk di atas jok. Kondisi mayat terlihat layaknya orang tidur. Diduga korban meninggal sejak kemarin (Selasa 3/12), “ bebernya. (igi/ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.