Polisi Amankan 60 Orang, Terbanyak di Jatim dan Jabar

Diduga Terlibat Aksi Teror, Guru PNS SMKN Diciduk Densus 88

413
0
Loading...

SURABAYA – Posisi sebagai aparatur sipil negara (ASN) tidak menjamin seseorang bebas dari paham radikal. Rabu malam (16/5) Densus 88 Antiteror bersama personel Polres Probolinggo menangkap seorang pria yang berprofesi sebagai guru di SMKN 1 Kota Anyar, Probolinggo.

Guru terduga teroris itu berinisial HA. Dia sudah berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Sehari-hari dia mengajar bahasa Inggris di SMKN 1 Kota Anyar.

Penangkapan PNS yang diduga terlibat jaringan teroris itu dibenarkan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin.

”Sepertinya sudah menjadi logika jika dia ditetapkan sebagai tersangka secara hukum, status (PNS, Red) dia akan hilang,” kata Machfud Kamis (17/5).

Total, ada tiga terduga teroris yang diamankan dari Probolinggo. Dua lainnya berinisial MF dan IS.

Loading...

Dengan begitu, secara total ada 23 terduga teroris yang ditangkap di wilayah hukum Polda Jatim. Empat di antaranya ditembak mati.

Jumlah itu belum termasuk 13 teroris yang tewas dalam rangkaian serangan dan ledakan di Surabaya dan Sidoarjo pada Minggu dan Senin lalu.

Total di seluruh Indonesia, ada 60 terduga teroris yang diamankan sejak awal Mei sampai kemarin. Terbanyak di Jawa Timur. Diikuti Jabar dan Riau.

Penangkapan di Riau cukup banyak terkait dengan serangan ke Mapolda Riau Rabu lalu. Kemarin ada delapan orang yang diamankan.

Seluruhnya masih satu keluarga dan berkerabat dengan lima terduga teroris yang beraksi dua hari lalu.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Syahar Diantono menyampaikan, delapan orang yang ditangkap itu berinisial HAR, NI, AS, SW, HD, YEP, DS, dan SY alias IJ.

“Polda Riau bersama Densus (88 Antiteror) telah melakukan upaya-upaya penggeledahan terhadap teman-teman tersangka yang kemarin (Rabu, Red) sudah kami identifikasi,” terang perwira menengah Polri itu.

Berdasar data Densus 88 Antiteror dan Polda Riau, petugas mendapati sejumlah barang bukti dari delapan orang tersebut. Antara lain, satu senapan angin, satu kantong plastik paku, satu keping VCD yang berjudul Umar bin Khattab, dua pisau, gulungan tembaga, serta beberapa buku tentang jihad dan ISIS.

Menurut Syahar, sampai kemarin sore delapan orang tersebut masih diperiksa petugas. ”Sedang dilakukan upaya-upaya pemeriksaan dan pendalaman,” imbuhnya.

Kabagpensat Divhumas Polri Kombes Yusri Yunus mengungkapkan mereka diamankan dari tempat tinggal masing-masing.

”Di daerah Dumai,” ucapnya. Menurut dia, di antara delapan orang itu, ada yang berstatus orang tua, kakak, adik, maupun saudara lima terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau dengan mobil. (bin/syn/jpg)

 

Dua Orang Ditangkap di Cirebon

Tim gabungan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dan Polda Jawa Barat berhasil mengamankan dua pelaku terduga teroris, berinisial H dan S, Kamis (17/5).

Kedua pelaku itu ditangkap di tempat berbeda, S ditangkap di Jemaras Kidul, Kabupaten Cirebon dan H ditangkap di suatu tempat di Kota Cirebon.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan penangkapan dua pelaku terduga teroris itu berdasarkan pengembangan dari penangkapan empat orang teroris di Tambun, Bekasi beberapa waktu lalu.

“Dua orang kami amankan, inisial S dan H. Keduanya sama-sama anggota JAD. Keduanya ditangkap terkait kasus terorisme di Tambun, Bekasi. Selanjutnya akan dilakukan pengembangan,” ungkapnya usai penggeledahan, Kamis (17/5).

Dikatakannya, kedua pelaku diduga terlibat jaringan terorisme anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum dilakukan penggeledahan sekitar pukul 17.30 WIB, tim anti teror terlebih dahulu menangkap S di Desa Jemaras Kidul sekitar pukul 13.00 WIB.

Selanjutnya, tim gabungan anti teror pun menangkap H di suatu tempat di Kota Cirebon.

Sementara ini, keduanya masih diperiksa lebih lanjut terkait hubungannya dengan jaringan terorisme JAD.

“Kedua pelaku yang didu­ga terorisme ditangkap. Inisial­nya H dan S. Sekarang kita m­asih silence dulu untuk pengembangan lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, dari hasil penggeledahan di rumah kontrakan milik terduga teroris S di Jalan Pekantingan, Desa Jemaras Kidul, Kabupaten Cirebon, Tim Densus meng­amankan dua buah aki besar dan satu tambang.

Benda itu dicurigai sebagai bahan peledak pembuat bom, karena yang bersangkutan diketahui tidak memiliki kendaraan bermotor.

“Kami mengamankan barang bukti berupa dua aki besar dari rumah kontrakan terduga S, padahal keduanya tidak memiliki kendaraan bermotor,” papar dia.

Untuk diketahui, pengge­ledahan dilakukan sekitar pukul 17.20 WIB. Tak lebih dari satu jam tim aparat berhasil mengamankan barang-barang mencurigakan dari dalam kontrakan S.

“Setelah penggeledahan sesuai standar di rumah kontrakan, selanjutnya masih dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh tim anti-teror,” pungkasnya. (wiw/jpc)

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.