Polisi Bubarkan Massa di Jalan Mangin Kota Tasik, Ini Alasannya..

420
0
radartasikmalaya
Aparat Polsek Indihiang saat membubarkan kerumanan massa, Sabtu (06/02) malam. istimewa for radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Petugas Kepolisi Polsek Indihiang, Polresta Tasikmalaya, membubarkan kerumunan warga di beberapa tempat di wilayah hukumnya, Sabtu (06/02) malam.

Hal ini dilakukan aparat untuk mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah Hukum Polsek Indihiang.

Pembubaran kerumanan massa itu dilakukan di Jalan Brigjen Waskita Kusumah, Kecamatan Indihiang. Tepatnya samping terminal Tipe A Indihiang.

Petugas membubarkan kerumunan remaja yang tengah nongkrong dan tak mematuhi protokol kesehatan.

Wakapolsek Indihiang, AKP Gunarto mengatakan, pihaknya melakukan patroli malam hingga dini hari ini untuk mengantisipasi berbagai penyimpangan hingga kejahatan.

loading...

“Patroli (kali ini, Red) untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata AKP Gunarto, Sabtu (06/02) malam.

Dirinya memimpin langsung patroli tersebut.

Dari pantauannya, tampak warga masih berkerumun di beberapa tempat.

Selain itu, tambah Gunarto, Polisi mendapati mereka juga tidak memakai masker.

Melihat itu, Polisi meminta massa untuk segera meninggalkan lokasi.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat menghindari tempat keramaian ,serta menggunakan masker saat keluar rumah.

“Taati anjuran pemerintah bagi warga yang beraktivitas di luar rumah untuk memakai masker guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Dan ini masker tolong dipakai ya,” bebernya.

Dia mengingatka kepada warga agar lebih waspada terhadap bahaya Covid-19 ini, karena sudah menelan banyak korban.

Caranya dengan mengikuti anjuran pemerintah untuk jaga jarak dan membudayakan hidup bersih.

“Jika beli makanan di luar rumah ya dibungkus dan dibawa pulang saja,” sarannya.

Dari situ, petugas melanjutkan patroli ke kawasan Jalan Mangin, Kecamatan Bungursari.

Di sana Polisi mencurigai sebuah tempat yang dipenuhi motor parkir.

“Kita sudah dapat di sini, kita mencurigai satu tempat yang banyak motor. Padahal di sini bukan tempat kos-kosan atau apa, tetapi kita mencoba mencari tahu, ternyata di dalam itu banyak sekali warga yang sedang nongkrong,” imbuhnya.

Tidak hanya melanggar jam operasional di masa PPKM, tempat tersebut juga tidak menerapkan protokol kesehatan.

Salah satunya, tidak mematuhi imbauan pemerintah.

“Ini tanpa prokes yang benar, tidak ada jaga jarak dan yang pastinya mereka sembunyi dari pantauan kami,” tegasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.