Motif Pelemparan Masih Didalami

Polisi Buru Pelaku Teror Batu

148
0
JAMIN AMAN. Kapolres Tasikmalaya Kota Febry Kurniawan Ma’ruf memberikan pernyataan menyikapi peristiwa pelemparan batu di Jalan Ir Djuanda Kota Tasikmalaya pada Minggu dini hari (17/2).RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Teror pelemparan batu oleh orang tak dikenal ke truk yang dikendarai Erul Sudarno (34), sudah didalami oleh Polres Tasikmalaya Kota. Upaya pereventif serta represif pun dilakukan guna memberi rasa aman bagi masyarakat.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf mengatakan kepolisian belum mendapat laporan secara formal dari korban (pelemparan batu, Red). Akan tetapi anggotanya sudah melakukan pengecekan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Anggota (Reskrim) sudah mendatangi lokasi dan memeriksa saksi-saksi,” ungkapnya kepada Radar, Senin (18/2).

Sejauh ini, kata Febry, pihaknya masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap siapa pelakunya. Diharapkan pihak korban segera melakukan laporan guna mendukung informasi yang dibutuhkan petugas.

“Kita akan melakukan pengungkapan, tidak akan kita biarkan,” terangnya.Meskipun modus yang dilakukan pelaku serupa dengan yang terjadi di Cibeureum dua hari sebelumnya, Febry belum bisa menyimpulkan. Mereka bisa orang yang sama atau hanya kemiripan saja. “Nanti kita urai setelah pelakunya terungkap,” katanya.

Sejauh ini, tambah Febry, polisi juga belum bisa mengungkapkan analisis motif dari pelaku melakukan aksi kejahatan jalan tersebut. “Saya berharap pelemparan batu itu merupakan insidental tanpa ada tujuan khusus. Mudah-mudahan tindakan kriminal biasa tanpa ada hal lain,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang, pihaknya menurunkan Satuan Sabhara dan Polsek berpatroli. Ketika ada kumpulan atau kerumunan tanpa tujuan yang jelas maka akan dibubarkan. “Tentu kita lakukan tindakan preventif dengan melakukan patroli,” tuturnya.

Maka dari itu, Febry meminta masyarakat tenang dalam beraktivitas seperti biasanya. Sebab pihaknya akan berupaya maksimal memberikan rasa aman khususnya dari ancaman pelaku pelemparan batu di jalanan. “Masyarakat tidak perlu takut, kita akan awasi khususnya di titik-titik yang rawan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, teror pelemparan batu kembali terjadi di Kota Tasik. Kali ini, seorang sopir truk menjadi korban saat melintas di Jalan Ir H Juanda, Persimpangan Bantar, Bungursari, Kota Tasikmalaya Minggu dini hari (17/2).

Sebelumnya, satu keluarga yang hendak berangkat umrah mengalami peristiwa serupa di Jalan Letkol Basir Surya Kecamatan Cibeureum, Jumat dini hari (15/2).

Sopir truk yang menjadi korban, yakni Erul Sudarno (34), warga Sindangsuka Kelurahan Gunung Gede Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Saat ini kondisinya masih kritis di RSUD dr Soekardjo setelah truk yang dikendarainya dilempar batu.

Kakak ipar korban, Yati Suryani mengatakan adiknya itu hendak mengantarkan barang dari Cikatomas ke Bogor pada Sabtu malam sekitar pukul 00.30. Ketika melintasi di Jalan Ir H Juanda mereka berpapasan dengan pelaku yang menggunakan sepeda motor secara berboncengan. “Kerjanya kan sopir truk, dia mau ke Bogor nganter barang,” ujarnya saat dihubungi Radar, kemarin.

Di lokasi, kata Yati, pelaku melemparkan batu ke bagian depan mobil truk dan membuat kaca depannya pecah. Batu dan pecahan kaca pun mengenai wajah Erul yang langsung menghentikan laju kendaraan. “Kena wajahnya batu sama kaca-kaca,” tuturnya.

Korban sempat mengalami kritis dan sore kemarin kesadarannya baru muncul. Namun demikian luka yang dialaminya cukup parah sehingga Erul harus menjalani operasi. “Karena batunya itu kena ke rahang,” katanya.

Sebagai keluarga, Yati berharap ada bantuan atau keringanan biaya untuk penanganan medis adiknya. Karena secara ekonomi Erul merupakan keluarga yang tergolong sederhana, sehingga kesulitan mencari biaya operasi.

“Apalagi sekarang istrinya juga lagi mengandung,” ujarnya. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.