Polisi Buru Pembuat Pesan Teror

36
0

GARUT KOTA – Polres Garut masih memeriksa seorang PNS berinisial AS yang diduga menyebarkan pesan terror. Pihaknya pun saat ini sedang memburu pembuat pesan hoaks tersebut.

“Kami tengah menyelidiki pembuat pesan teror bom pada aksi 22 Mei. AS akan diperiksa selama 7×24 jam,” terang Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna saat penjagaan aksi di depan Kantor Bawalu Garut Jalan Pramuka Kecamatan Garut Kota Rabu (22/5).

Menurut Budi, pesan yang disampaikan AS sudah mengancam keamanan. Pihaknya masih mendalami motif AS menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya itu. “Makanya dijerat pasal terorisme karena isi pesannya sudah mengancam. Tujuannya juga terus kami gali,” ujarnya.

Pembuat awal pesan teror itu, tambahnya, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun butuh proses untuk mencari jejak digital si pembuat pesan. “Mohon waktu, masih kami telusuri (pembuat pesan). Harus dicari motifnya apa sampai membuat pesan itu,” ucapnya. Budi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat dan bisa mengganggu keamanan pasca Pemilu.

Temukan Golok di Mobil

Sementara itu, Polres Garut juga mendalami lima orang yang diduga kelompok terduga teroris yang diamankan di wilayah Malangbong pada Selasa (21/5). “Sekarang masih kita amankan untuk terus diperiksa. Setatusnya masih (terduga teroris) belum dicabut,” ujar kapolres.

Pihaknya belum mencabut status kelimanya karena kelompok tersebut sudah terendus akan melakukan aksi pada kegiatan unjuk rasa di Jakarta pada 22 Mei. “Mereka sudah merencanakan aksi di Jakarta dan sudah terendus, sehingga bisa dihentikan pergerakannya,” terangnya.

Dari penyergapan itu, kata dia, memang tidak ditemukan buku-buku amaliah ataupun bahan peledak. “Kita hanya temukan baju-baju ganti mereka dan sebuah golok di dalam mobil itu,” terangnya.

Meski begitu, saat ini terduga teroris itu masih terus diperiksa secara intensif untuk mengungkap jaringannya. “Masih diperiksa, kalau ditahan belum. Karena tidak boleh ditahan sebelum ditetapkan tersangka,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.