Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.4%

19.9%

7.3%

69.4%

Polisi Cari Pengemudi Kijang yang Halangi Ambulans Bawa Pasien Kritis di Leles Garut, Pasien Meninggal di RS

832
0
Ilustrasi: radarkedirj

GARUT – Aksi koboi jalanan tidak terpuji pengendara mobil Kijang yang menghalangi laju ambulans di Kabupaten Garut, L Provinsi Jawa Barat, jadi perbincangan warga alias viral.

Bahkan sejumlah netizen menghujat aksi pengemudi mobil tersebut.

Betapa tidak, saat itu sedang membawa pasien darurat seorang anak kecil, yang memerlukan penanganan cepat dari tim medis.

Muhammad Fauzi (20), relawan ambulans yang mengunggah kisah tersebut ke Facebook, kepada wartawan mengatakan,  peristiwa terjadi pada hari Jumat, 14 Agustus 2020.

“Waktu itu saya kebetulan lagi di dekat Leles, baru pulang dari Bandung. Lalu saya kawal ambulan yang mau ke RSUD,” tutur Fauzi.

Saat berangkat dari Puskesmas Leles, mobil ambulans masih diberi jalan oleh pengendara lain.

Namun hambatan terjadi saat tiba di Tutugan Leles. Mobil ambulans Puskesmas Leles yang dikawal Fauzi, malah dihalangi mobil Kijang.

Fauzi pun meminta mobil itu untuk menepi. Namun pengendara mobil Kijang malah ngotot terus menghalangi.

“Sudah saya minta untuk ke pinggir sebentar. Eh dia malah enggak mau ngasih jalan. Mobilnya itu warna biru metalik, saya masih ingat,” jelasnya.

Mobil Kijang baru mau menepi di kawasan Tarogong yang berjarak lebih dari dua kilometer.

“Setelah menepi, mobil Kijang malah nempel di belakang ambulans. Kayak yang ngajak balapan ke ambulans,” katanya.

Mobil Kijang dan ambulans akhirnya berpisah di Bundaran Tarogong.

Ambulans belok kanan menuju RSUD dr Slamet Garut. Sedangkan mobil Kijang yang menghalangi laju ambulans belok kiri ke Jalan Suherman.

Setibanya di rumah sakit, pasien anak kecil berusia 6 tahunan itu sempat mendapat penanganan.

Tak berselang lama setelah ditangani pasien meninggal dunia. Sang bocah mengalami pecah pembuluh darah.

Fauzi sangat menyesalkan aksi pengendara mobil kijang yang tak memberi jalan.

Padahal ambulans tengah membawa pasien kritis yang sangat membutuhkan penanganan cepat.

Kasatlantas Polres Garut AKP Asep Nugraha mengingatkan kepada para pengemudi kendaraan, agar memberi jalan kepada ambulans yang tengah membawa orang sakit.

Sebab, ambulans yang membawa orang sakit termasuk kendaraan prioritas.

Artinya, harus didahulukan diberi jalan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan.

“Pengemudi Kijang melanggar pasal 287 ayat 4 Undang-Undang Nomor 27 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan,” ujarnya kepada awak media, Senin (17/08).

Prioritas kedua dan wajib didahulukan di jalan raya setelah mobil pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas.
Dalam kasus mobil kijang yang menghalangi laju ambulans, pengemudinya bisa dikenai sanksi denda hingga kurungan satu bulan penjara.

Saat ini, kata Asep, pihaknya sedang mencari pengemudi mobil kijang yang diduga sempat menghalangi laju ambulans Puskesmas Leles, yang membawa pasien kritis ke RSUD dr Slamet Garut.

“Anggota sudah diturunkan mencari pengemudinya. Menurut informasi awal dari pelat nomor, memang mobilnya dari wilayah Sumedang,” ujarnya.

(age)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.