Polisi Ciamis Buru DPO Pemasok Puluhan Ribu Hexymer

62
0
BARANG BUKTI. Barang bukti puluhan ribu pil Hexymer saat ditunjukkan di halaman Polres Ciamis dua hari lalu. Polisi masih memburu pemasok obat-obatan tersebut. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

CIAMIS – Satuan Narkoba Polres Ciamis menetapkan inisial O masuk ke dalam daftar pencarian orang. Berdasarkan pengembangan kasus tersangka DK (30), O adalah pemasok puluhan ribu pil Hexymer yang berhasil disita Polres Ciamis.

Kasat Narkoba Polres Ciamis AKP Darli menjelaskan pihaknya masih melakukan pelacakan intensif kepada O.

“Mohon doanya saja semoga pelakunya bisa cepat tertangkap dan terungkap, karena bisa penjualan jaringan besar,” ujar AKP Darli, Kamis (5/11).

Sampai kemarin, Polres Ciamis menetapkan satu tersangka, DK. Dia tersangka pengedar sekaligus penjual pil Hexymer. Dari dia, polisi menyita 48 ribu butir pil Hexymer.

“Jadi pengakuan pelaku kepada kami dari penjualannya (48 ribu butir pil Hexymer, Red) itu dapat keuntungan Rp 5,7 juta,” kata Kasat.

Tersangka DK memesan pil Hexymer dari O melalui media sosial. Setelah barang dikirim, sisa uangnya ditransfer ke O.

“Jadi memang transaksinya lewat online. Makanya kita terus berusaha kejar pemasoknya,” paparnya.

Loading...

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dr Eni Rochaeni menyayangkan pil Hexymer diperjualbelikan oleh para tersangka di media sosial. Karena sejatinya, pembelian Hexymer di apotek harus menggunakan resep dokter.

“Saya mendukung langkah kepolisian yang telah mengungkap dan penangkap pelaku pengedar obat terebut, semoga pelaku lainnya tertangkap, karena jelas telah menyalah gunakan obat medis,” kata dr Eni.

Di dunia medis, Hexymer digunakan untuk mengatasi kejang pada penderita parkinson (suatu gangguan sistem saraf pusat yang mempengaruhi gerakan). Hexymer juga sebagai kontrol saat munculnya sindrom.

Adapun efek samping mengonsumsi Hexymer yaitu penglihatan kabur, gugup, pusing, mulut kering, gangguan saluran pencernaan dan retensi urine. Bahkan dalam dosis tinggi bisa mengakibatkan bingung, halusinasi, hilang ingatan, euforia, gelisah dan gangguan jiwa.

“Bahkan bisa sampai OD (over dosis) hingga meninggal dunia. Makanya saya sarankan harus pakai resep dokter, “ ujarnya.

Baca juga : Barang Bukti Tilang di Ciamis Bisa Dimusnahkan

Sebelumnya, pemuda berinisial DK (30), warga Margaasih Kota Bandung ditangkap Satuan Narkoba Polres Ciamis, karena membawa 48.000 butir pil jenis Hexymer di dalam mobil Avanza putih Nopol D 1085 ADL. Dia ditangkap di sekitar Alun-Alun Ciamis Senin (2/11) sekitar pukul 10.30.

Kapolres Ciamis AKBP Dony Eka Putra SIK MH menyampaikan DK (30) merupakan pengedar obat-obatan terlarang atau penyedia farmasi tanpa izin.

Pengungkapan kasus tersebut berkat laporan yang masuk ke Polres Ciamis. Saat itu ada mobil warna putih yang dicurigai membawa obat-obatan Hexymer.

Kemudian, anggota Polres Ciamis bergerak dan menghentikan kendaraan tersebut di sekitar Alun-Alun Ciamis. Saat diperiksa ternyata di dalam mobil tersebut, ditemukan puluhan ribu butir pil jenis Hexymer siap edar. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.