Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.9%

19.6%

8.2%

68.3%

Polisi Ciduk Ayah Buang Bayi Hingga Digigit Anjing, di Parungponteng Tasik

4458
0

KABUPATEN TASIK – Jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil mengungkap semua kasus penemuan jasad bayi dengan tubuh terkoyak digigit anjing liar di Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasik.

Rabu (22/07) pagi, polisi berhasil menangkap sang ayah bayi tersebut. Dia berinisial KA (20) warga Kampung Nagrog Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng.

KA terlibat dalam kasus yang menjeratnya tersebut setelah diketahui dari percakapan dengan pelaku lainnya alias si ibu bayi, AN (20) yang telah ditangkap beberapa waktu lalu. KA tak lain adalah pacar AN.

” Tersangka KA dan AN sejak kehamilan sudah sepakat untuk menggugurkan kandungan dengan berbagai upaya,” ujar Kasatreskrim Polres Tasik, AKP Siswo de Cuellar kepada wartawan, Rabu (22/07) pagi.

Terang dia, kemudian pasca kelahiran yaitu pada Senin Lalu (13/07) sekira jam 01.00 WIB, tersangka AN berkomunikasi dengan tersangka KA.

Lalu KA menganjurkan agar bayi tersebut dikubur dekat TKP atau dibuang ke sungai.

“Motif dari tersangka adalah ketidaksiapan menerima kelahiran bayi karena hasil dari hubungan di luar perkawinan dengan pacarnya, sehingga tersangka menyuruh pacarnya untuk membuang mayat bayi yang sudah meninggal ke sungai,” terangnya.

Jelas Siswo, tersangka dikenakan pasal berlapis. Yaitu Pasal 80 ayat 3. Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana perubahan kedua dalam UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dan lain sebagainya.

“Pelaku terancam kurungan penjara maksim 15 tahun,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus penemuan jasad bayi dalam kondisi seperti bekas gigitan anjing liar di beberapa titik tubuhnya di Kampung Pasangrahan, Desa Cibungur, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasik, Selasa (14/07) kini terang benderang terungkap.

Satreskrim Polres Tasikmalaya telah menangkap si ibu yang tega membuang jasad bayi berjenis kelamin lelaki itu. Tersangkanya berinisial AN (20), warga sekitar lokasi kejadian.

Kasatreskrim Polres Tasik, AKP Siswo De Cullear Tarigan mengatakan, kasus ini awalnya terjadi Senin (13/07) lalu.

Saat itu, tersangka berusaha mengeluarkan janin bayi yang dikandungnya di sebuah WC salah satu kantor jasa keuangan di Salopa.

“Motifnya dari tersangka karena ketidaksiapan menerima kelahiran bayi karena hasil dari hubungan di luar perkawinan dengan pacar,” ujar Siswo saat gelar perkara di Mapolres Tasik, Kamis (16/07) siang.

Terang dia, pihaknya mengamankan barang bukti 1 stel baju tidur, sebuah celana dalam, tas warna merah, parang dan sebuah selimut warna biru dari tangan tersangka.

“Tersangka dikenakan pasal berlapis. Yaitu pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014, pasal 341 KUHP dan pasal 348 KUHP dengan hukuman penjara maksimal 13,6 tahun,” terangnya.

Siswo menambahkan, kronologi kasus ini bermulai ketika saksi Rahman berburu tupai di sekitar lokasi penemuan jasad bayi, Selasa (14/07) lalu sekitar pukul 13.00 WIB.

“Saksi ini melihat seekor anjing sedang menggigit jasa bayi itu dan membawanya dengan kondisi keduan tangannya sudah tak ada. Kemudian saksi ini memberitahukan ke saksi Eem lainnya yang sedang berada di sawah,” tambahnya.

Lalu, jelas Siswo, saksi Eem pun melihat kondisi tubuh bayi tersebut ada pada bagian tengkorak, dan luka pada bagian punggungnya.

Serta, kedua tangannya tak ada dan tali pusar sudah putus.

“Lalu jasad itu dikuburkan para saksi dibantu saksi lainnya, Badrudin. Berdasarkan hasil penyelidikan mengarah kepada tersangka, yang juga karyawati di kantor jasa keuangan tersebut,” jelasnya.

Tukas Siswo, tersangka mengakui semua perbuatannya. Kepada penyidik, tersangka mengaku melahirkan seorang diri di kantor tersebut yang juga dijadikan tempat tinggalnya.

“Lalu dibiarkan bayi itu dilantai hingga tak bergerak di lantai. Kemudian jasadnya dimasukan ke dalam plastik dan tas. Kemudian esok harinya dikuburkan jasad itu di lokasi kejadian,” tukasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.