Polisi Gadungan Bawa Peluru Tajam

211
0
DIAMANKAN. Pelaku polisi gadungan (tengah) diamankan anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya usai melancarkan aksinya di Kecamatan Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya, kemarin (8/7). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

Tipu Janda, Gondol Gelangdan Kalung Emas

TASIK – Seorang janda bernama Anah (45), warga Desa Tonjolaya, Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya tertipu lelaki yang mengaku sebagai anggota polisi berpangkat Aiptu di Mabes Polri pada Minggu malam (7/7).

Pelaku penipuan tersebut, bernama Dedi Irawan (40), warga Desa Mekargalih, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Sebelum melancarkan aksi tipunya, pelaku terlebih dahulu menginap di rumah Anah, dan berhasil membawa perhiasan berupa cincin emas 2 gram dan gelang emas 13 gram.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma SPd MH menjelaskan pelaku berhasil ditangkap usai pihaknya menerima laporan dari korban (Anah, Red), yang mengaku kehilangan perhiasan di rumahnya.

“Atas laporan korban tersebut kami langsung terjun ke lapangan,” ucap dia kepada wartawan Senin (8/7).

Pihaknya berhasil menangkap pelaku di rumah temannya di Kecamatan Mangun­reja.

”Tidak berselang lama, pelaku berhasil kami bekuk tak jauh dari rumah korban masih di Kecamatan Mangunreja,” ucap dia memaparkan.

Loading...

Pihaknya pun mengamankan barang bukti perhiasan milik korban, dan mengamankan barang yang dipakai pelaku. Seperti lencana, borgol, senjata mainan berbentuk korek api dan lima butir peluru tajam kaliber 36 milimeter.

“Setelah berkoordinasi memang pelaku itu residivis, baru keluar sekitar 3 bulan karena kasus yang sama di wilayah Polres Ciamis. Kami terus mendalami perihal lima butir peluru tajam, karena itu asli. Sedangkan senjatanya korek api,” kata dia.

Pribadi menceritakan modus pelaku mengambil perhiasan korban, yakni dengan berpura-pura datang sebagai pembeli rumah. Sebab rumah Anah hendak di jual.

Tetapi sebelum membeli, pelaku meminta menginap terlebih dahulu di rumah korban. Dengan alasan ingin merasakan suasana rumah yang akan dibeli. “Korban mempersilahkan pelaku menginap di rumahnya, dan korban tidur di rumah saudaranya. Tetapi di pagi hari (Senin 8/7) perhiasan korban hilang,” kata Pribadi.

Atas perbuatannya, sambung Pribadi, pelaku sementara dikenai pasal 363 tentang pencurian berikut Undang-undang darurat tentang kepemilikan senjata atau peluru tanpa hak menguasai atau memiliki dari peluru yang dibawanya. ”Dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara,” tambah dia.

Sementara itu, pelaku Dedi Irawan (40) mengaku sebelum ditangkap Polres Tasikmalaya pernah terjerat kasus penipuan uang dengan modus sama mengaku sebagai polisi di Ciamis. ”Saya pernah dikurung 10 bulan penjara baru keluar 23 Januari 2019 lalu, kemudian melakukan lagi modus sama di Tasik,” ucap Dedi mengakui perbuatannya.

Ketika ditanya dari mana dirinya memiliki peluru tajam? Dedi mengatakan peluru yang dimiliki berasal dari temannya. ”Kalau pistol korek api, saya beli sendiri. Sedangkan peluru dan borgol diberi teman saya,” ungkapnya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.