Polisi Kandangkan 10 Angkutan Umum

41
PERIKSA KENDARAAN. Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK memeriksa kelaiakan angkutan umum di Terminal Guntur Melati, Garut Rabu (6/2).

TAROGONG KIDUL – Polres Garut dan Dinas Perhubungan memeriksa kelaikan kendaraan yang beroperasi di Terminal Guntur Melati, Garut Rabu sore (6/2). Dari pemeriksaan tersebut, 20 angkutan umum yang terdiri dari bus, elf dan angkutan kota kena tilang karena surat-surat kendaraannya tidak lengkap.

Polisi juga mengamankan 10 angkutan umum (angkum) yang tidak layak jalan. “Yang kami amankan ini karena mobil tidak layak jalan, seperti wiper-nya tidak jalan sampai lampunya tidak bisa menyala. Kalau dipaksakan beroperasi bisa membahayakan,” ujar Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna SIK kepada wartawan kemarin.

Dari total kendaraan yang diamankan, pihaknya juga menemukan kendaraan menggunakan ban vulkanisir atau ban daur ulang. Ban vulkanisir, menurut dia, membahayakan. “Sudah bannya vulkanisir, terus sudah belah juga. Makanya kami tahan daripada beroperasi dan malah membahayakan,” katanya.

Dia mengatakan pemeriksaan angkutan umum merupakan agenda rutin. Di samping adanya kecelakaan di Jalan Bypass Cicalengka pada Rabu pagi. “Jadi kewajiban kami untuk melakukan pemeriksaan. Kami cek sebatas mana kelayakan kendaraan yang akan digunakan oleh penumpang,” ujarnya.

Dia meminta kelayakan kendaraan harus menjadi prioritas setiap sopir dan pemilik kendaraan. Jika dibiarkan, akan sangat membahayakan.

Apalagi para sopir membawa orang, bukannya hewan. “Bawa hewan saja harus hati-hati. Ini bawa orang malah nggak diperhatikan faktor keselamatannya,” ujarnya.

Untuk menghindari kejadian terulang, pihaknya akan memanggil seluruh pemilik angkutan umum yang diamankan.

“Semua kendaraan yang diamankan ini bisa diambil lagi oleh pemiliknya, asalkan harus melengkapi kekurangannya. Kalau tak bisa lengkapi kami tak diizinkan untuk beroperasi,” paparnya. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.