Polisi Kantongi Hasil Visum Korban Cabul

297

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TASIK – Polres Tasikmalaya Kota sudah mengantongi hasil visum pemeriksaan medis dari kasus dugaan pencabulan yang dilakukan kepala sekolah (kepsek) berinisial Ag kepada muridnya Ra. Hasilnya polisi mendapatkan petunjuk yang mengindikasikan Ra memang dicabuli oleh terlapor.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf SIK menjelaskan pihaknya sudah menerima hasil visum dari rumah sakit. Dan mendapat petunjuk baru dalam penyelidikan yang dilakukan Sat Reskrim. “Visum ini sebagai bekal kita untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya di Mapolresta, Selasa (10/4).

Sementara ini, pihaknya baru memeriksa empat saksi dalam kasus dugaan pencabulan itu. Ke depan pihaknya akan memanggil dan melakukan pemeriksaan kepada Ag, Kepsek yang dilaporkan oleh keluarga korban. “Pasti, terlapor akan kita panggil,” katanya.

Disinggung status Ag, kata Febry, sementara memang masih terlapor, akan tetapi polisi sudah menemukan indikasi positif bahwa terlapor melakukan tindakan cabul kepada Ra. Setelah semua saksi dan terlapor diperiksa, barulah pihaknya akan menentukan status tersangka. “Ini sudah mengarah kepada tersangka, tinggal menunggu waktu untuk penetapan tersangka,” ujarnya.

Pantauan kepolisian, kondisi korban pun saat ini sudah dalam kondisi yang cukup baik untuk diperiksa. Diharapkan penyelidikan bisa terus dilanjutkan sampai kasus ini bisa diproses dengan lancar. “Mudah-mudahan kondisi fisik dan mentalnya kuat untuk menjalani pemeriksaan,” tuturnya.

Terpisah, Kabid Pelayanan RSUD dr Soekardjo mengatakan terkait visum korban dugaan pencabulan, pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan. Akan tetapi salah satu dokternya sudah berangkat ke mapolres untuk memenuhi panggilan dari Polisi. ”Ada tadi sudah berangkat dokternya,” singkat dia.

Diberitakan sebelumnya, tokoh Masyarakat Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya Asep Devo mengatakan kasus yang baru sebatas dugaan ini memunculkan berbagai asumsi di masyarakat, khususnya di Bungursari. Maka dari itu, perlu ada kepastian dari pihak berwenang supaya duduk perkaranya menjadi jelas. ”Kuncinya ya bagaimana hasil penyelidikan polisi, dugaan itu benar atau tidak,” ungkapnya kepada Radar, Senin (9/4).

Sebelum ada kejelasan secara hukum, kata pria yang juga ketua Forum Masyarakat Bungursari itu meminta masyarakat bisa tenang dan tidak terprovokasi. Terlebih jika permasalahan sampai berakibat bentrokan secara fisik yang memunculkan masalah baru. ”Karena saya dengar ada sekelompok masyarakat yang akan menyerang tempat tinggal terlapor,” tuturnya.

Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya KH Aminudin Bustomi meminta masyarakat tidak mudah menjustifikasi berkaitan dengan kasus dugaan cabul itu. Karena dia melihat respon warga di media sosial cukup berlebihan. “Harus mengedepankan azas praduga tak bersalah,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat harus bisa menahan diri terlebih dahulu, setidaknya sampai ada kejelasan dari pihak kepolisian. Jangan sampai kasus yang masih simpang siur ini seolah-olah dianggap sudah pasti. “Mungkin bisa benar, tapi kalau ternyata sebaliknya kan kasihan juga kepada terlapor,” terang Pimpinan Ponpes Sulalatul Huda Paseh itu.

Dirinya khawatir mencuatnya kasus ini malah dimanfaatkan untuk kepentingan pihak lain. Meskipun dia tidak mengharapkan ada orang yang mengambil keuntungan pribadi dan berpengaruh buruk kepada kondusivitas masyarakat. “Tidak semua orang punya niat baik, tapi mudah-mudahan sih tidak ada,”  tuturnya.

Dalam hal ini, kata dia, pihaknya meminta kepolisian kerja ekstra untuk mengusut kasus dugaan pencabulan yang melibat anak dibawah umur. Supaya bisa memberikan kejelasan kepada masyarakat. “Usut tuntas dan jelaskan kepada umat hasilnya,” pungkasnya. (rga)

loading...