Komplotan Begal Masih Sama

Polisi Kembali Tangkap Enam Orang Pelaku

13

TASIK – Polres Tasikmalaya Kota berhasil meringkus enam pelaku begal yang beraksi di berbagai wilayah di Kota Tasikmalaya. Sebelumnya, dua pelaku begal diamankan yakni TS (32) dan AH (24) beberapa waktu lalu. Dengan demikian sampai Kamis (23/8), polisi telah menangkap delapan pelaku kejahatan jalanan.
Kini polisi tengah mengejar dua pelaku lain yang saat ini berstatus buron.

”Alhamdulillah, ini juga berkat dukungan informasi dari masyarakat. Kita berhasil menangkap pelaku begal,” ujar Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf saat ekspos di Mapolresta, Kamis (23/8).
Dia menjelaskan bahwa pengungkapan pelaku begal hasil jerih payah tim khusus (timsus) yang diisi gabungan personel Polres dan Polsek.

Tim gabungan tersebut, kata Febry, terus bekerja keras mengungkap kasus kejahatan jalanan. “Kemudian hasil penyelidikan kita dapat petunjuk mengarah kepada pelaku yang kita tangkap,” papar perwira berpangkat melati dua.

Keenam pelaku begal tersebut yakni GOD (28), warga Kabupaten Ciamis; FF (30), warga Kabupaten Ciamis; MR (27), warga Mangkubumi Kota Tasikmalaya; AH (26), warga Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya, ZA (28), warga Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya dan IN (22) warga Padakembang Kabupaten Tasikmalaya. Sementara pelaku yang buron yakni YS dan HN. “Dua lagi masih dalam pencarian, tapi kami sudah tahu siapa mereka,” katanya.

Menurut Febry, keenam pemuda yang diamankan merupakan komplotan pelaku pembacokan disertai pencurian sepeda motor di wilayah Bungursari, perampokan konter HP dan pembegalan ponsel pengendara motor pada 11-12 Agustus 2018. Selain itu, mereka juga beraksi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. “Pelakunya masih komplotan dan orang-orang yang sama,” ujarnya.

Seperti diketahui, pelaku begal melakukan berbagai modus kejahatan. Diantaranya mendatangi konter HP dan merampok barang dagangannya, mencegat pemotor lalu mengambil HP juga motornya. Paling sadis mereka menabrak dan membacok korban lalu mengambil sepeda motor. “Para pelaku begal juga sempat mengaku polisi dan menggunakan senjata jenis softgun, barang buktinya masih kita cari,” katanya.

Febry menegaskan para pelaku dijerat pasal 365 jo 65 tentang Pencurian dengan Kekerasan (Curas), mereka terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Salah satu pelaku yakni AH merupakan residivis kasus pencurian yang pernah dipenjara tahun 2016 silam. Selain keenam pelaku, dalam ekspos tersebut Polres Tasikmalaya Kota juga menyertakan dua pelaku begal sebelumnya yakni TS (32) dan AH(24) yang diamankan Polsek Mangkubumi.

Dengan terungkapnya kasus begal ini, kata Febry, sebagai bentuk komitmen untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Selain melakukan tindakan preventif melalui patroli untuk mencegah kasus serupa terjadi. “Kami imbau masyarakat tidak perlu takut dan resah. Kami akan berupaya melindungi,” tandasnya.

Salah satu pelaku, AH mengaku aksi kejahatan bermula ketika dia kedatangan temannya dari Bandung berinisial YS dan HN.
Kedatangan keduanya itu untuk mencari hiburan di Kota Tasikmalaya, namun akibat tidak memiliki uang, akhirnya YS mengajak AH dan yang lainnya melakukan aksi pembegalan. “Kami juga menolak, tapi dipaksa,” dalihnya.
Apresiasi Kinerja Polri

Keberhasilan Polres Tasikmalaya Kota dalam menangkap para pelaku begal mendapat acungan jempol dari masyarakat dan tokoh pemuda. Diharapkan, kejadian serupa tidak kembali terulang.

Seperti yang diungkapkan Acep Nursobah (30), korban pembegalan di Jalan Lewo Babakan Kecamatan Mangkubumi KotaTasikmalaya. Dia berterima kasih kepada kepolisian yang sudah berhasil mengembalikan sepeda motornya. “Alhamdulillah motor saya bisa kembali lagi,” ujarnya usai penyerahan sepeda motor dari Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf.

Menurutnya, penangkapan pelaku begal tersebut bisa membuat masyarakat lebih tenang. Meskipun masih ada dua pelaku buron, setidaknya mereka akan berpikir dua kali untuk melakukan aksinya kembali. “Saya juga jadi lebih tenang di jalan,” katanya.
Dia menceritakan saat kejadian, dia sedang mengendarai motor sendirian dan hendak pulang ke rumah. Namun ketika melintas di lokasi kejadian, dia dicegat oleh empat orang dengan menggunakan dua sepeda motor. “Pas berhenti langsung ditodong softgun,” tuturnya.

Kata Acep, mereka mengaku dari aparat dan melakukan penggeledahan dirinya. Karena merasa tidak bersalah, dia pun mempersilahkannya. Namun demikian para pelaku malah merebut dan membawa kabur kendaraan matic-nya itu. “Disuruh tiarap, karena enggak nurut langsung dibanting, motor saya diambil,” katanya.

Tokoh pemuda Kota Tasikmalaya M Farid Almahjumi juga mengapresiasi aparat kepolisian yang sudah bekerja dengan cepat. Pasalnya kurang dari dua pekan pelaku sudah berhasil diamankan. “Ini bukti kesigapan polisi dalam menanganinya,” kata dia.

Adanya pengungkapan tersebut, kata dia, tidak berarti masyarakat mengurangi kewaspadaan. Dia pun kembali mengkritisi program smart city yang digulirkan pemerintah kota yang dinilai belum teraplikasikan dengan baik. “Saya tetap menilai pemkot harus banyak memasang CCTV dan juga PJU untuk membatasi ruang gerak pelaku kejahatan,” ujarnya.(rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.