Polisi Klaim Sesuai SOP, Dari Penggeledahan Terduga Teroris di Tasik

326
0
Loading...

TASIK – Polres Tasikmalaya Kota membantah tudingan penggeledahan yang di kediaman B di perumahan Mitra Batik Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari menyalahi prosedur. Keluarga dipersilahkan untuk mengajukan gugatan praperadilan atas persoalan tersebut.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf SIK mengatakan pihaknya yang mendampingi Densus 88 anti teror tidak melihat pelanggaran penggeledahan. Pasalnya surat perintah penggeledahan ditunjukkan sebagai bukti legal. “Sudah dilakukan sesuai dengan aturan SOP (Standard Operating Procedure),” ungkapnya saat dihubungi Radar, Minggu (20/5).

Selain itu, kata Febry, selama proses penggeledahan juga disaksikan oleh Ketua RT dan RW setempat. Sehingga bisa diketahui benda-benda apa saja yang diamankan oleh aparat sebagai barang bukti guna kepentingan proses hukum. “RT/RW-nya kan juga ada waktu dilakukan penggeledahan,” tuturnya.

Namun demikian, dirinya tidak akan menghalangi ketika pihak keluarga atau kuasa hukumnya ingin mengajukan gugatan praperadilan. Karena menjadi hak dari keluarga, benar atau tidaknya akan terlihat dari hasil sidang nanti. “Ya silahkan saja kalau mau mengugat praperadilan,” tuturnya.

Meskipun tidak ada bantahan sol keterlibatan B dalam aksi terorisme, Febry menegaskan bahwa pria yang berprofesi di bidang pembangunan itu punya peranan penting. Maka dari itu, Densus 88 tanpa segan mengamankan dan menggeledah rumahnya. “Ada buktinya kalau dia itu penyandang dana,” selorohnya.

Loading...

Sebelumnya, keluarga terduga teroris B merasa keberatan dengan penggeledahan yang dilakukan oleh Densus 88 Mabes Polri di rumahnya di Perumahan Mitra Batik Kelurahan Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Pasalnya, pihak aparat tidak memberikan penjelasan pasti dasar penggeledahan itu.

Kuasa hukum terduga teroris B, Asep Mulyana SH menyatakan selama ini, pihak keluarga tidak pernah menerima surat pemberitahuan penggeledahan rumah B yang dilakukan pada Jumat (18/5) itu. Usai penggeledahan, pihaknya juga langsung mencari informasi ke Polres Tasikmalaya Kota terkait keberadaan B. Namun, pihak polresta tidak mengetahui mengenai penggeledahan oleh Densus 88 itu. “Memang kendaraan milik B itu ada yang disimpan di Polres Tasikmalaya Kota. Namun, keberadaannya sampai saat ini kami tidak mengetahuinya. Apakah masih di Polres Tasikmalaya Kota atau sudah dibawa ke Jakarta,” ujar dia dalam konferensi pers di Perum Mitra Batik, Sabtu (19/5).

B, terang dia, hilang setelah mengantarkan istrinya berangkat kerja pada pukul 07.00. Yang bersangkutan sempat berpamitan untuk menengok pamannya yang sedang sakit di rumah sakit. Sejak saat itu tidak ada kontak lagi. Nomor teleponnya sudah tidak aktif. “Bahkan siang-siang dikontak tidak aktif dan hingga saat ini kami pihak keluarga tidak mengetahui keberadaannya,” jelas dia.

Selain itu, kata dia, saat tim Densus 88 yang bersenjata lengkap itu menggeledah rumah B masih ada dua anak di bawah umur yang sedang tidur. Mereka duduk di kelas 3 dan 6 sekolah dasar (SD). Efek aksi Densus tersebut, mereka trauma dan takut. Tidur pun tak bisa. “Itu sangat terlihat kedua anak itu tidak mau balik ke rumah ini lagi dan juga terus menanyakan keberadaan ayahnya itu,” katanya.

Asep juga menyangkal mengenai barang-barang bukti yang digeledah. Seperti buku-buku, baret hijau milik istrinya, pisau belati milik anaknya, samurai dengan panjang 75 cm yang merupakan replika hiasan dari saudaranya di Jepang. “Tidak ada satu buah pun peralatan yang diamankan menyangkut dalam peristiwa bom ataupun bahan peledak. Yang jelas kami cukup kaget sejauh ini. B hilang dan tidak diketahui oleh pihak keluarga,” papar Asep. “Bahkan pihak keluarga semuanya tidak mengetahui status B terkait apa,” tambah dia.

Maka dari itu, pihaknya akan menempuh upaya hukum praperadilan yang akan didaftarkan minggu depan atas penggeledahan, penahanan dan penangkapan yang tidak sesuai dengan aturan hukum. “Walau bagaimana pun bentuk terorisme kami sepakat harus diberantas. Akan tetapi harus sesuai dengan koridor hukum yang ada. Jangan sampai koridor ini dikesampingkan terus main tangkap dan geledah dengan kesewenang-wenangan,” pungkasnya. (ujg)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.