Polisi Kota Banjar Tangkap Warga Cilacap yang Bawa Kabur & Cabuli Anak Di Bawah Umur,

86
0
Loading...

BANJAR – Satreskrim Polres Banjar mengamankan Ri (25), warga Karangpucung Kabupaten Cilacap Jawa Tengah di pool Budiman sekitar pukul 11.00 Senin (1/2/2021). Pelaku diduga membawa kabur dan mencabuli anak di bawah umur.

Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny SIK, MH melalui Kasat Reskrim Polres Banjar Iptu M Zulkarnaen membenarkan hal itu. Tim bergerak setelah mendapat informasi dari korban berinisial M (15).

“Sejak tadi pagi (kemarin, Red) tim sudah standby di lokasi, karena pelaku berangkat pukul 08.00 dari Cilacap dengan sebuah bus,” kata dia kepada wartawan, Senin (1/2/2021) di Mapolres Banjar.

Dia menjelaskan setelah yang diduga pelaku sampai di depan pool bus Budiman tim langsung menangkap pelaku tanpa perlawanan. Kata dia, setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya pelaku mengakui perbuatannya.

Baca juga : Lagi, Ciktim Kota Banjar di-Fogging

loading...

Kepada petugas, pelaku mengenal korban melalui game online. Dari sana terjalin komunikasi lewat pesan WhatsApp hingga akhirnya keduanya berpacaran. Kamis (2/12/2020) pagi, pelaku mengajak korban ke Bandung.

“Sesampai di sana (Majalaya, Bandung, Red) korban diajak jalan-jalan. Hingga akhirnya korban pun diajak menginap di sebuah penginapan dengan alasan istirahat,” jelasnya.

Namun, pelaku diduga melakukan pencabulan dengan meraba-raba bagian tubuh saat korban sedang tertidur.

Kata dia, Jumat sore (22/12/2020) pelaku mengantar korban pulang. “Pelaku dijerat dua pasal. Pertama pasal 332 KUHP ayat 1 membawa kabur korban dengan ancaman maksimal 7 tahun, berdasarkan adanya laporan anak hilang. Dan pasal 82 ayat 1 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun,” jelasnya. Dia menambahkan pelaku sudah beristri dan memiliki anak.

Pelaku, Ri mengaku kenal korban melalui game online. Dia pun mengaku pacaran dengan korban. “Saya tidak bawa kabur, cuma pengen main saja ke sana (Majalaya, Red). Hanya jalan-jalan saja,” akunya.

Diakuinya, dia menjual perhiasan milik korban dengan alasan untuk bisa jalan-jalan, makan dan ongkos pulang ke Banjar. “Iya nginep, nggak ngapa-ngapain,” ujarnya. (nto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.