Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.2%

2.3%

54%

6.8%

0.7%

12.9%

0%

23.1%

0%

Polisi Kota Tasik Belum Bisa Pastikan Kawanan Rampok di Sutsen Sama dengan di Mangkubumi

119
0

KOTA TASIK – Polres Tasikmalaya Kota angkat bicara soal kasus perampokan yang terjadi Selasa Lalu (26/11) dan Sabtu Lalu (30/11).

Dalam dua kasus rampok itu, waktu kejadian hampir sama di pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB.

Hal itu diungkapkan Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro.

“Belum diketahui apakah kelompok (perampok, Red) yang sama atau bukan,” ujar Dadang kepada radartasikmalaya.com melalui pesan singkatnya, Senin (2/12).

Terkait kasus perampokan rumah mewah di Jalan Sutisna Senjaya (Sutsen), Sabtu (30/11) lalu, pihaknya belum menerima laporannya.

“Mohon maaf saya belum terima adanya laporan tersebut, jadi tidak bisa menganalisa apakah kelompok yang sama atau bukan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi kejahatan perampokan di pagi hari kembali terjadi di Kota Tasikmalaya.

Kali ini, para perampok yang diduga berjumlah 3 orang menggasak uang sebanyak Rp 20 juta dari sebuah rumah mewah di Jalan Sutisna Senjaya (Sutsen), Kecamatan Tawang, Sabtu (30/11) pukul 09.30 WIB.

Informasi yang radartasikmalaya.com, para perampok dalam melakukan aksinya kali ini mengaku kepada korban penghuni rumah mewah itu sebagai pegawai salah satu BUMN.

1 orang pelaku mengajak ngobrol korbannya, dan 2 orang pelaku lainnya melakukan eksekusi perampokan.

“Iya (ada pencurian di rumah ini, Red). Kejadiannya kemarin (Sabtu) jam setengah sepuluh pagi. Awalnya datang 2 orang (pelaku) lalu datang lagi 1 orang,” ujar Ikah (56), penghuni rumah mewah itu kepada radartasikmalaya.com, Minggu (1/12).

Terang dia, modusnya mengaku sebagai petugas PLN. “Katanya mau memperbaiki kabel-kabel listrik sekaligus diganti kabelnya semuanya. Yang diambil (dari dalam rumah) uang saja,” terangnya.

“Saat kejadian, saya sedang duduk saja di sini (teras rumah). Dan saat itu di rumah saya sendirian. Pas ngobrol dengan pelaku sempat ngerasa pusing. Yang pasti pusing, tak tahu kalau lagi dihipnotis atau apa. Pusing saja kepala saya,” sambungnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani pihak Polres Tasikmalaya Kota. Kasus perampokan yang hampir serupa modusnya ini seperti yang terjadi Kecamatan Mangkubumi, Selasa Lalu (26/11).

Saat itu perampoknya berjumlah 6 orang. Dalam kejadian itu pemilik rumah kabarnya mengalami kerugian materil berupa emas sebanyak 313 gram dan uang tunai senilai Rp 25 juta.

Walaupun demikian, aksi para pelaku perampokan ini terekam CCTV. Salah seorang perampok saat melakukan aksinya mengaku sebagai pegawai Dinas Binamarga yang akan membuat saluran air.

(rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.