Orang Tua Siswa Tak Terima Perlakuan Kasar Oknum Kepsek

Polisi Mulai Periksa Korban

157
0

BANJAR – Polres Banjar mulai menyelidiki dugaan kasus kekerasan yang terjadi di salah satu sekolah tingkat atas di Kota Banjar.

Senin (23/4), Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim memanggil korban dan calon saksi untuk dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Jaya Sofyan menunggu hasil visum untuk proses pemanggilan oknum kepala sekolah.

“Langkah-langkah kita sudah melakukan interogasi atau interview terhadap calon saksi,” kata AKP Jaya di ruang kerjanya Senin (23/4).

Kata dia, setelah hasil visum keluar pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan melakukan gelar perkara.

“Ini bisa dinaikkan ke tingkat penyidikan atau tidak. Jika kita sudah bisa menaikkan ke tingkat penyidikan, baru kita bisa menentukan siapa tersangkanya. Jadi saat ini belum ada tersangka,” katanya.

Pantauan Radar di unit PPA Satreskrim Polres Banjar, tiga dari enam siswa yang diduga korban kekerasan diperiksa bergantian. Tiga orang itu berinisial Ri, Er dan De. Mereka masing-masing didampingi oleh orang tuanya.

“Saya disuruh jongkok dan berhadapan dengan teman, terus disuruh buka sepatu yang kanan oleh kepala sekolah kemudian dipukulkan ke muka teman sebanyak empat kali. Saya juga mendapat pukulan sepatu oleh teman,” kata Er, sebelum diperiksa polisi di unit PPA Reskrim Polres Banjar kemarin.

Selain Er, De juga mengatakan hal yang sama. Bahkan oknum kepala sekolah yang berinisal MS memukul kepala menggunakan sepatu siswa.

“Disuruh pukul ke kaki kiri sebanyak seratus kali. Kepala bagian belakang juga dipukul sepatu oleh kepala sekolah gara-gara kesiangan,” kata De.

Eon Eman, orang tua siswa yang mendampingi korban mengaku tidak terima atas perlakuan kasar oknum kepala sekolah tersebut. Ia meminta kepolisian memberikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

“Bila perlu dipenjara dan dipecat dari jabatan kepala sekolahnya. Ini bukan mendidik dengan cara yang baik. Saya sebagai orang tua tidak menerima,” katanya.

Hal senada diutarakan orang tua siswa lainnya, Atang Rukmantara. Dia berharap MS mendapat sanksi tegas supaya tindak kekerasan dalam dunia pendidikan di Kota Banjar tidak terjadi lagi.

“Ini sebagai contoh jika memberikan pendidikan dengan cara kasar itu tidak dibenarkan. Saya selaku orang tua menyesali sikap kepala sekolah ini,” katanya.

Waka Polres Banjar Kompol Ade Najmullah mengatakan pihaknya tengah melakukan proses pemeriksaan terhadap para korban.

“Betul bahwa ada laporan polisi ke Sentra Pelayanan Polisi Terpadu (SPKT) Polres Banjar pada hari Sabtu tanggal 21 April 2018 tentang kasus dugaan penganiayaan anak di bawah umur,” terangnya.

Ade Nazmulloh menegaskan jika semua cukup bukti, maka yang menyuruh anak-anak untuk melakukan ke­ke­ra­san dengan saling pukul meng­gunakan sepatu dan sampai mengalami luka memar di muka mereka tidak menutup kemungkinan akan jadi tersangka.

“Ya, akan diusut bila ada bukti du­ga­an tindak pi­­dana. Tapi ba­­gaimana per­­­kem­ba­­ngan hasil pe­­­nyi­di­kan ki­ta tung­­gu sa­ja pe­nyi­dik,” im­buh­­­nya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.