Polisi Pasok Sembako untuk Warga Terisolir Longsor di Cisayong Tasik

93
0

KABUPATEN TASIK – Polisi Resort Tasikmalaya Kota memasok sembilan bahan pokok (Sembako) bagi ratusan warga terisolir akibat bencana longsor di Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (05/03).

Selama ini, akses jalan di desa itu belum normal dan menghambat distribusi kebutuhan pokok masyarakat setempat.

Maka dari itu, Polisi turun tangan membantu pasokan sembako yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Baca juga : 26 Ribu Ketua RW di Jabar Pake Aplikasi Ini untuk Penanggulangan Corona

“Dampak longsor ini menyebabkan terputus jalur transportasi dan warga di desa ini terisolir. Distribusi kebutuhan pokok masyarakat belum lancar dan dengan pasokan sembako ini diharapkan bisa meringankan beban mereka,” ujar Kaolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto kepada wartawan.

Selain pasokan makanan, terang Anom, pihaknya pun telah mendata sejak awal kebutuhan apa saja yang dibutuhkan warga terisolir akibat longsor tersebut.

Termasuk kebutuhan pelayanan kesehatan, seperti ibu hamil dan warga yang butuh pengobatan secara intensif.

“Kita sudah mendata dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat. Tapi, yang paling dibutuhkan warga di sini adalah makanan dan kebutuhan pokok lainnya,” terang Anom dibarengi istri dan jajaran pejabat Polres Tasikmalaya Kota di lokasi.

Pihaknya, beber dia, selama ini pun fokus terhadap suplai logistik ke korban longsor disamping membantu upaya evakuasi korban yang masih tertimbun.

Meskipun akses jalan sudah bisa dilalui ke perkampungan warga, lanjut Anom, kondisinya belum lancar karena masih ada alat berat yang membereskan material longsoran di lokasi.

“Kalau untuk warga yang direlokasi belum ada. Namun, akses jalan belum normal karena masih proses perbaikan dampak bencana,” bebernya.

Saat ini untuk bisa mencapai perkampungan yang sempat terisolir tersebut mesti berjalan kaki atau memakai motor.

Mobil pun sudah bisa melewati lokasi longsor, namun hanya untuk kondisi prioritas saja.

“Kalau mobil bisa ke sini tapi sifatnya insidental saja. Soalnya akses jalan masih belum normal dan masih berbahaya untuk dilewati tanpa panduan petugas di lapangan. Kondisinya masih curam dan mengandalkan jembatan buatan dari kayu,” tambahnya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.