Polisi Periksa 3 Saksi Temuan Jasad Siswi SMPN 6 Kota Tasik di Gorong-gorong

665
0

KOTA TASIK – Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota hingga Senin (27/1) malam, terus melakukan penyelidikan terkait kasus temu mayat siswi SMPN 6 Kota Tasik, Del (13) di dalam gorong-gorong depan gerbang sekolahnya.

Hasil penyelidikian pihak Polisi dari tiga saksi, bau tak sedap seperti bangkai ini telah diketahui para saksi sejak Jumat (24/1) lalu.

Sedangkan, korban dilaporkan orang tuanya telah hilang sejak Kamis (23/1) lalu.

Baca juga : Ada Lebam di Kepala Kiri Siswi SMPN 6 Kota Tasik yang Ditemukan di Gorong-Gorong

Korban adalah warga Sindangjaya, RT 004, RW 008, Kelurahan Lingajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Dan duduk di bangku kelas VII D SMPN 6 Kota Tasik.

Polisi sudah memeriksa 3 saksi, yaitu TS, EK, dan NK. Sedangkan barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian adalah tas sekolah warna putih ungu berisikan buku, alat tulis, sepatu dan tali kabel warna hitam.

Baca juga : Tasik Siaga Corona, Waspadai Demam dan Sesak Napas Hindari Interaksi dengan Binatang

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro menceritakan kronologinya.

“Jadi saat itu sekira jam 14.30 WIB saksi EK menerima pemberitahuan dari saksi TS bahwa saluran air depan SMPN 6 tersumbat,” ujarnya kepada wartawan.

“Lalu tercium menyengat bau busuk. Dari informasi tersebut saksi berinisiatif menusuk-nusuk sumber sumbatan pada saluran air. Namun karena tidak bisa, akhirnya gorong-gorong dibongkar dari bagian atas dan ternyata ada kaki manusia menyembul. Lalu saksi melaporkan hal ini ke pihak Kepolisian,” sambungnya.

Hasil penyelidikannya, menurut keterangan saksi TS yang sehari-hati berjualan cilok di sekitar lokasi temu mayat, bahwa sejak hari Jumat (24/1) lalu sudah tercium bau bangkai yang berasal dari dalam selokan.

Lalu saat hujan Senin sore, air diselokan tersebut mampet meluap ke jalan.

“Kemudian saksi TS kembali berjualan di lokasi kejadin dan mencium bau bangkai yang tambah menyengat. Kemudian bersama saksi lainnya membongkar gorong-gorong dari bagian atas dan terlihat ada kaki manusia,” terangnya.

Dia menambahkan, saat ditemukan posisi jasad korban telentang menggunakan pakaian seragam pramuka, tas sekolah masih di tangan korban, dan kerudung masih melingkar di leher korban.

Di dalam tas korban berisi buku-buku dan terdapat identitas korban atas nama Del.

“Saat ini sudah ada orang tua yang mengakui jika korban tersebut adalah anak kandungnya yang hilang sejak hari Kamis (23/1) lalu,” tandasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.