Polisi Tembaki Massa di Masjid Al Makmur Tanah Abang, Kabid Humas: Itu Provokator

83

JAKARTA — Polisi disebut menembaki massa di dalam Masjid Al Makmur Tanah Abang saat kerusuhan, Rabu (22/5) dinihari. Namun polisi membantah dan menyebut itu ulah provokator.

“Ada isu bahwa personel pengamanan masuk ke masjid-masjid untuk mengejar pengunjuk rasa adalah tidak benar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (22/5).

Menurut Argo, massa tersebut diduga adalah orang-orang yang memprovokasi agar kericuhan tetap terjadi setelah pihak kepolisian meminta massa aksi untuk pulang.

“Itu segelintir orang yang sengaja membuat provokasi agar membuat warga terlibat. Tapi semua sudah bisa kita atasi,” jelasnya.

Kendati demikian, Argo tak merinci apakah provokator diamankan atau tidak.

“Anggota masih disigakan di lokasi,” ungkap Argo.

Sebelumnya, beredar video viral di media sosial, polisi menghalau massa aksi 22 Mei dengan tembakan gas air mata di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Dalam video yang viral di media sosial, seorang warga mengabadikan suasana di dalam Masjid Al Makmur Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Masjid Al Makmur Tanah Abang ditembaki sama polisi bi###b. Markas Petamburan siaga. Kita ditembakin di sini. Semua kita di sini ditembakin. Ya Allah Ya Karim,” ucap perekam video yang berada di dalam masjid.

Sementara pada video lainnya menunjukkan massa mengumpat lantaran terkena tembakan gas air mata.

Ia menyelamatkan diri di dalam masjid sambil mengumpat.

“Masya Allah, gila gas air matanya masuk masjid. Perih banget gas air matanya, gila. Astagfirullahilazim,” ucap perekam video.

Sedangkan pada video lainnya, tampak sejumlah orang menjalani perawatan medis akibat mengalami luka serius pasca bentrokan.

Banyak beredar di media sosial, suasana saat bentrok warga, massa FPI dengan Brimob atau kepolisian. (fir/ral/pojokjabar)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.