Empat Tersangka Tak Ditahan

Polisi Terus Dalami Ambruknya Bangunan di Proyek Situ Leutik

87
0
DIBANGUN. Pekerja proyek Situ Leutik membangun kembali dome yang sempat ambruk. Polres belum menahan empat tersangka dengan alasan kemanusiaan dan tidak memenuhi tiga unsur penahanan.
DIBANGUN. Pekerja proyek Situ Leutik membangun kembali dome yang sempat ambruk. Polres belum menahan empat tersangka dengan alasan kemanusiaan dan tidak memenuhi tiga unsur penahanan.

BANJAR – Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana SIK mengatakan empat tersangka kasus ambruknya bangunan di proyek Situ Leutik tidak ditahan. Kapolres menyebut ada beberapa pertimbangan sehingga AS, AF, ASA dan YMS tidak ditahan.

Beberapa pertimbangan itu diantaranya para tersangka dianggap tidak memiliki potensi melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan yang sama.

“Secara objektif memang tersangka sudah memenuhi unsur pidana KUHP atas tindakan kelalaian yang menyebabkan korban meninggal dunia. Namun dari sisi subjektifnya, penyidik setelah melakukan assessment kepada tersangka, mereka (tersangka, Red) tidak perlu ditahan karena tiga unsur tadi tidak terpenuhi,” ujarnya Kamis (12/12).

Di samping tiga unsur tadi, pertimbangan lainnya adalah sisi kemanusiaan kepada para keluarga tersangka. “Proses penyidikan masih terus dilanjutkan, namun sementara jumlah tersangka masih empat orang sesuai yang sudah kami tetapkan beberapa waktu lalu,” katanya.

Yulian menambahkan berkas kasus tersebut belum dilimpahkan ke kejaksaan. Pihaknya masih mencari kemungkinan tersangka lain yang masuk dalam unsur pidana umum. “Belum dilimpahkan, tapi kami sudah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan,” ujar kapolres.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kota Banjar Aan SH, MH mengatakan dari pasal yang disangkakan kepada tersangka, kata dia, polisi sebetulnya bisa melakukan penahanan sesuai pasal 21 ayat (1) KUHAP jika terjadi kekhawatiran memenuhi tiga unsur tersangka akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan melanggar hukum.

Loading...

“Namun apabila tidak ada, ya tidak perlu dilakukan penahanan. Kaitannya apakah perkara tersebut bisa dilakukan penahanan, ya bisa pasal 359 KUHP bisa dilakukan penahanan, namun semuanya masih kewenangan penyidik dan betul jika SPDP sudah dikirim ke kejaksaan Negeri Kota Banjar. Kami juga yakin bahwa Polres Banjar akan bekerja secara profesional (promoter),” ujarnya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.