Polisi Terus Dalami Kasus Rutilahu

59
0

BANJAR – Unit Tipikor Polres Banjar terus melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi program rumah tidak layak huni (rutilahu) di Desa Cibeureum Kecamatan Banjar dan Desa Waringinsari Kecamatan Langensari. Meski statusnya sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan, tapi kepolisian belum menetapkan tersangka.

Kapolres Banjar AKBP Matrius mengungkapkan kasus rutilahu di Desa Cibeureum kerugian negaranya diperkirakan sebesar Rp 36,2 juta. Sedangkan di Desa Waringinsari kerugian negara sebesar Rp 24 juta. “Sejauh ini kami belum menetapkan tersangka,” katanya Jumat (4/1).

Selain di Desa Cibeureum dan Desa Waringinsari, pihak kepolisian sebelumnya sudah menetapkan satu tersangka dalam kasus program rutilahu di Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar dengan tersangka berinisial TJ. Berdasarkan hasil audit, kerugian negara di Kelurahan Mekarsari sebesar Rp 64 juta.

Kepala Desa Cibeureum Yayan Sukirlan mengaku pernah beberapa kali diperiksa anggota Polres Banjar. “Sepengetahuan kami di desa, benar sudah ada beberapa kali pemeriksanaan dari pihak tipikor, dari mulai pemanggilan dan pemeriksaan kepada CPCL (calon penerima dan calon lokasi). Sejauh ini belum ada informasi lanjutan,” kata Yayan.

Yayan pun berharap masyarakat lebih terbuka dalam memberikan keterangan kepada pihak berwajib untuk mempermudah proses pemeriksaan. “Sebab pelaksanaan kegiatan itu KSM, saya harapkan kepada masyarakat harus terbuka dan memberikan informasi yang valid sehingga mempermudah proses pemeriksaan,” katanya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.