Beranda Kota Tasik Polisi Tunggu Hasil Visum, Soal Dugaan Kepsek Cabuli Murid, Masyarakat Diminta Menahan...

Polisi Tunggu Hasil Visum, Soal Dugaan Kepsek Cabuli Murid, Masyarakat Diminta Menahan Diri

182
BERBAGI

TASIK – Polres Tasikmalaya Kota masih menunggu hasil visum korban dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala sekolah (kepsek) kepada muridnya. Masyarakat pun diminta menahan diri sebelum ada kejelasan dari pihak berwajib.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf mengaku belum bisa memberikan kejelasan terkait kasus dugaan pencabulan tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil visum dari tim medis terkait pemeriksaan korban. “Kemungkinan besok (hari ini, Red) sudah ada, kita lihat nanti,” singkatnya kepada Radar, Minggu (8/4).

Terpisah, Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya KH Aminudin Bustomi meminta masyarakat tidak mudah menjustifikasi berkaitan dengan kasus dugaan cabul itu. Karena dia melihat respon warga di media sosial cukup berlebihan. “Harus mengedepankan azas praduga tak bersalah,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat harus bisa menahan diri terlebih dahulu, setidaknya sampai ada kejelasan dari pihak kepolisian. Jangan sampai kasus yang masih simpang siur ini seolah-olah dianggap sudah pasti. “Mungkin bisa benar, tapi kalau ternyata sebaliknya kan kasihan juga kepada terlapor,” terang Pimpinan Ponpes Sulalatul Huda Paseh itu.

Dirinya khawatir mencuatnya kasus ini malah dimanfaatkan untuk kepentingan pihak lain. Meskipun dia tidak mengharapkan ada orang yang mengambil keuntungan pribadi dan berpengaruh buruk kepada kondusivitas masyarakat. “Tidak semua orang punya niat baik, tapi mudah-mudahan sih tidak ada,”  tuturnya.

Dalam hal ini, kata dia, pihaknya meminta kepolisian kerja ekstra untuk mengusut kasus dugaan pencabulan yang melibat anak dibawah umur. Supaya bisa memberikan kejelasan kepada masyarakat. “Usut tuntas dan jelaskan kepada umat hasilnya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dugaan pencabulan oknum kepala sekolah kepada muridnya terjadi di Kota Tasikmalaya. Siswi kelas VIII di salah satu sekolah tingkat pertama di Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya mengaku menjadi korban pencabulan kepala sekolahnya, Ag.

Korban, Ra (13) mengaku dicabuli kepsek sejak pertengahan 2017. Sang kepsek memanggilnya ke rumahnya saat jam belajar. Saat itu, korban mengaku diberi minum air mineral dalam kemasan gelas plastik. “Habis minum langsung pusing dan tidak ingat apa-apa lagi,” ujarnya kepada wartawan di rumahnya Kamis (5/4).

Ketika bangun, korban sudah berada di kamar Ag. Kancing bajunya terbuka. Roknya menyingkap. Dia mengaku sudah menjadi korban tindak asusila kepsek. ”Saya diancam (jika buka suara, Red),” ujarnya.

Namun, Ag, kepsek di salah satu sekolah tingkat pertama di Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya membantah tuduhan muridnya Ra yang melaporkannya ke Polres Tasikmalaya Kota akibat dugaan pencabulan.

Saat ditemui di rumahnya Jumat (6/4), Ag menegaskan dirinya tidak melakukan pencabulan sebagaimana yang dituduhkan. Soal apa yang dilaporkan keluarga Ra kepada polisi dia belum begitu mengetahui secara jelas. ”Intinya saya membantah tuduhan (pencabulan) tersebut,” ujarnya kepada Radar.

Namun demikian, dia mengaku siap untuk mengikuti proses pemeriksaan dari kepolisian. Sementara ini, dirinya enggan berbicara banyak soal perkara pencabulan tersebut.  Dengan alasan menjaga kondusivitas dunia pendidikan di Kota Tasikmalaya. ”Lebih lanjutnya tunggu saja dari kepolisian,” katanya. (rga/igi)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.