Tiga Pelaku yang Kabur Masuk DPO

Polres Ciamis Buru Otak Pembobol ATM

77

CIAMIS – Polres Ciamis terus mengejar tiga tersangka lain pelaku pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang meresahkan masyarakat tersebut. Ketiga pelaku itu yakni DI (29), ZL (50) dan FH (29) semuanya berasal dari Lampung.

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto SIK mengatakan dari enam pelaku yang sudah ditangkap, kini pihaknya tengah memburu tiga pelaku lainnya yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Karena kita menduga, ketiga pelaku yang kabur tersebut merupakan otak dari serangkaian pembobolan ATM,” ujarnya kepada wartawan Jumat (20/7).

Sebab, kata Hendra, dari keterangan pelaku yang tertangkap, bahwa ketiga pelaku yang kabur merupakan orang yang mengajarkan pembobolan ATM terhadap pelaku lain dengan sistem ganjal ATM. ”Kita pun terus berkoordinasi dengan Polres lain di wilayah Jawa Barat, untuk mencari jejak ketiga pelaku,” ungkap dia.

Hendra menjelaskan aksi pembobolan ATM dengan ganjal ATM ini terbilang modus baru. Apalagi pelakunya dilakukan secara berkomplotan. ”Artinya banyak orang terlibat, dengan berkeliling dari satu daerah ke daerah lainnya,” tutur dia.

Ia mengimbau apabila masyarakat menemukan informasi terkait ketiga DPO tersebut, segera melapor ke pihak kepolisian terdekat. ”Silahkan informasinya apabila menemukan orang yang mencurigakan ketika berada di ATM,” ucapnya mengakhiri.

Sebelumnya diberitakan, komplotan pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) ditangkap Polres Ciamis Rabu siang (17/7). Enam tersangka ditembak kakinya karena berusaha melawan petugas.

Saat ditangkap, AH (34), SI (37), RO (38), AD (38), HA (32) dan AR (33) sedang makan di salah satu rumah makan di Jalan RE Martadinata Kecamatan Cibaregbeg, Ciamis. Sedangkan tiga orang lagi, DI (29), ZL (50) dan FH (29), sampai saat ini masih menjadi buronan polisi. Data kepolisian, sembilan orang komplotan pembobol ATM itu berasal dari Lampung.

Dari komplotan tersebut, polisi menyita barang bukti uang Rp 4 juta. Uang tersebut sisa pembobolan. Sedangkan total uang yang mereka bobol yaitu Rp 38 juta.

Polisi juga menyita kawat pemancar dari mobil tersangka, satu obeng gepeng, baju dan topi. Atribut tersebut terekam CCTV saat mereka beraksi. Barang bukti lainnya yaitu mobil Xenia BE 2579 UB dan satu buah ATM untuk mereka gunakan sebagai ”ATM pancingan”.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SIK didampingi Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto SIK menjelaskan pengungkapan kasus pembobolan ATM itu berawal dari laporan salah satu bank. Kemudian, anggota Satuan Reskrim Polres Ciamis menyelidiki dan memeriksa CCTV di ATM serta memeriksa sejumlah saksi.

Rabu siang (17/7), polisi mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan komplotan pembobol ATM tersebut. Itu sesuai dengan ciri-ciri dari CCTV. Saat itu komplotan tersebut berjumlah enam orang. Mereka tengah makan di salah satu rumah makan di Jalan RE Martadinata Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Anggota Satuan Reskrim lalu menangkap komplotan tersebut.

“Karena saat ditangkap pelaku hendak melawan dengan menggunakan garpu dan pisau rumah makan, makanya kita langsung ambil tindakan. Semuanya ditembak kaki kanannya,” ujar Bismo.

Bismo menjelaskan setelah dilakukan pemeriksaan kepada enam tersangka, didapatkan data bahwa mereka dan tiga temannya yang buron itu berasal dari satu wilayah di Provinsi Lampung. Mereka beraksi di sepanjang jalan yang dilalui. Mulai Bekasi, Limbangan (Garut), Tasikmalaya hingga Kabupaten Ciamis.

“Untuk para pelaku ini kita jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun. Sementara tiga pelaku yang DPO masih kita lakukan pengejaran,” ujar Kapolres. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.