Mucikari dan Kurir Jadi Tersangka, Dua PSK Masih di Bawah Umur

Polres Garut Bongkar Prostitusi Online

89
0

KARANGPAWITAN – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Garut membongkar kasus prostitusi online yang dikendalikan melalui aplikasi Michat. Dari pengungkapan tersebut, polisi menetapkan dua tersangka berinisial TA dan SA. Keduanya bertindak sebagai mucikari dan kurir.

Selain menetapkan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai ratusan ribu rupiah dan alat kontrasepsi dari kedua tersangka.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan pengungkapan prostitusi online berawal dari informasi yang didapatkannya. Dari informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan menemukan adanya indikasi jual-beli atau transaksi online yang dilakukan di sebuah hotel di Garut. “Kami langsung datangi hotel yang dijadikan tempat transaksinya. Di situ kami temukan PSK dan lelaki hidung belang,” terangnya kepada wartawan Minggu (26/5).

Dari penggerebekan hotel pada Jumat malam (24/5), pihaknya mengamankan lima pria hidung belang dan tujuh PSK, yang kala itu sudah bertransaksi di lokasi. “Jadi mucikari itu menawarkan wanita melalui Michat. Setelah bertransaki, si lelaki yang memesan diminta untuk datang ke hotel. Di sana mucikari sudah menyediakan wanitanya,” terangnya.

Budi menerangkan harga PSK yang ditawarkan mucikari mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta sekali kencan. “Terkait pembayarannya, dilakukan di hotel yang telah disepakati, tidak melalui transfer,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, mucikari dan kurir merupakan warga Kota Bandung. Para korban atau PSK juga berasal dari Bandung dan satu orang dari Garut. “Lelaki yang pesannya juga berasal dari Bandung. Alasan mereka katanya sedang liburan ke Garut,” katanya.

Pengakuan korban dan mucikari, aksi prostitusi yang dijalankan di bulan Ramadan karena terdorong kebutuhan. Para tersangka dan korban sudah beberapa hari tinggal di hotel tersebut. “Kalau operasionalnya sudah lebih dari satu tahun. Mereka menawarkan melalui jejaringnya di Michat,” ucapnya.

Dia menerangkan kedua tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 296 junto pasal 506 serta Undang-Undang Perlindungan Anak untuk mucikarinya. “Kami kenakan Undang-Undang Perlindungan Anak karena ada dua PSK yang usianya masih di bawah umur,” katanya.

Sementara kurirnya, dijerat UU ITE pasal 45 junto 28, karena menyebarkan gambar tidak senonoh para PSK. “Ancaman hukuman kedua tersangka ini maksimal 15 tahun penjara,” terangnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.