Polres OTT Pungli BOS

929
0
EKSPOSE. Kapolres Tasikmalaya AKBP Anton Sudjarwo SIK memimpin ekspose tindak pidana korupsi dana BOS di Mako Polres Tasikmalaya, Jumat (11/5).

MANGUNREJA – Polres Tasikmalaya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) oknum pegawai Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Salawu, AG atas dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dan pungutan liar (pungli) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Rabu (9/5).

Kapolres Tasikmalaya AKBP Anton Sudjarwo SIK mengatakan terungkapnya kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan dan pungli dana BOS triwulan 2018 itu berawal dari informasi masyarakat di Kecamatan Salawu, pada Rabu (9/5). “Kita lakukan penyelidikan dan ternyata betul (ada pungli, Red), akhirnya kita dapatkan barang bukti awal, terkait dugaan ada pungutan dana BOS,” ungkap Anton kepada wartawan saat ekspose di Mako Polres Tasikmalaya, Jumat (11/5).

Setelah mendapatkan bukti, pihaknya berhasil mengamankan AG yang membawa uang Rp 145 juta menggunakan tas di wilayah Kota Tasikmalaya. Guna pendalaman, AG dibawa ke Kantor UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Salawu. Di sana ada YS yang merupakan oknum pegawai UPT dan ditemukan bahwa dia menyimpan uang hasil tindak pidana korupsi ini sebesar Rp 659 juta dalam tas. Kemudian ada juga uang Rp 200 juta yang sudah dipungut lebih awal. Sehingga total barang bukti OTT yang berhasil diamankan sekitar Rp 1.062.587.000 di UPT Dinas Pendidikan Salawu.

Anton menjelaskan modus yang dilakukan terduga tindak pidana korupsi itu dengan melakukan kegiatan fiktif untuk pungutan dana BOS. Seperti kegiatan, pengadaan atau pembayaran yang sudah ada alokasinya dari pemerintah, tapi dilakukan pungutan lagi pada dana BOS oleh UPT. “Honor untuk pengawas sekolah itu sudah ada biayanya dari pemerintah pusat. Tapi dimunculkan lagi dan dipungut biaya (dari dana BOS, Red), kemudian ada kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh UPT sendiri contohnya pengadaan jam dinding,” ungkap Anton.

Untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan diduga ada mark up. Modus lainnya untuk mendapat cash back dari rekanan. Oleh karena itu, ini tidak sesuai dengan juknis pengalokasian dana BOS seperti diatur Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018. “Jadi kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan dan pungli dana BOS ini bisa dibilang pemufakatan jahat,” jelasnya.

Sampai saat ini barang bukti uang tunai yang berhasil diamankan Rp 1.062.587.000 dan barang bukti lainnya. “Kita kumpulkan alat bukti dan petunjuk. Kita urai satu persatu. Kemudian tentukan tersangka-tersangkanya. Jadi sejauh ini belum ada penahanan,” paparnya.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Pribadi Atma SPd MH menegaskan pihaknya belum menentukan tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi dana BOS di UPT Dinas Pendidikan Salawu. Akan tetapi sudah memeriksa lima orang di antaranya AG, YS, AS, DU dan RF.

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya H Kundang Sodikin melalui sambungan telepon, istrinya Hj Euis yang menerima teleponnya. “Suami saya lagi dirawat di TMC Kota Tasikmalaya,” katanya. (dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.