Polres Tasik Kota Berhasil Bongkar Jaringan Narkoba Penjual Es Jadi Kurir, Bandar Pengangguran

146
BERHASIL TANGKAP BANDAR. Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf SIK didampingi Kabag Ops Kompol Gandi Jukardi (kiri) dan Kasat Narkoba AKP Hamzah Badaru menunjukkan sebagian barang bukti ganja paket besar Kamis (14/3). Ekspose tersebut digelar di Mapolres Tasikmalaya Kota. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Narkoba masih mengancam masyarakat Tasikmalaya. Dua pria, AW (37) dan RI (34) ditangkap Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota. Mereka diduga terlibat peredaran sabu-sabu dan ganja. AW kurir. Sedangkan RI bandar. Barang bukti yang disita polisi bisa meracuni 20.000 orang.

Penangkapan AW (37) berawal dari informasi yang masuk ke polisi: ada seseorang mengedarkan sabu-sabu. Petugas Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota lalu melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga diketahui orang tersebut adalah AW.

Selasa malam (12/3), anggota Satuan Narkoba mendatangi rumah AW di Kampung Benda Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya.

Di sana, polisi melakukan tes urine kepada pria yang sehari-hari menjadi penjual es tersebut. Hasilnya, air seninya positif mengandung sabu-sabu. Polisi lalu melakukan penggeledahan. Mereka menemukan dua paket sabu-sabu dalam plastik kecil, satu paket ganja dan tiga linting ganja siap pakai. Barang-barang itu disimpan di laci lemari di kamarnya.

Kepada polisi, AW mengaku narkoba tersebut didapatkan dari RI (34), warga Margaluyu Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis. Polisi lalu bergerak. Aparat penegak hukum itu mendatangi rumah orang yang disebutkan itu.

Polisi mengamankan RI di Jalan Kelapa Nunggal Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis. Polisi lalu menggeledah di rumah RI. Hasilnya, polisi menemukan sebuah boks. Di dalamnya ada 6 paket besar batang ganja, 6 paket besar daun ganja kering dan 10 paket ganja berukuran sedang.

Kapolres Tasikmalaya Kota Febry Kurniawan Ma’ruf SIK SH menyebutkan bahwa kedua tersangka berasal dari sebuah jaringan narkoba. AW berperan sebagai kurir, sedangkan RI merupakan bandarnya. “Mereka satu jaringan sindikat narkoba,” ungkapnya dalam ekspose di Mapolresta Tasikmalaya Kamis (14/3).

Ada pun sasaran peredaran narkoba ini tergolong menyeluruh. Mulai usia muda sampai tua. Selain meracuni masyarakat, keduanya juga merupakan pengguna barang terlarang itu. “Hasil tes urine, keduanya positif,” kata perwira menengah ini.

Dari kedua tersangka, polisi menyita 5,524 kg ganja berupa daun dan batang serta 34,21 gram sabu-sabu.

Febry menyebutkan bahwa barang bukti tersebut cukup untuk dikonsumsi 20 ribu orang. “Jadi 20 ribu orang kita selamatkan dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Kepada polisi, RI berdalih baru setahun menjalankan bisnis haram tersebut. Namun catatan polisi dia merupakan residivis kasus serupa pada tahun 2013. “Baru setahun pak,” ujarnya saat ditanya Kapolres.

Begitu juga AW. Dia mengaku baru menjadi kurir selama 6 bulan. Biasanya, AW menyimpan sabu-sabu atau ganja di bungkus rokok. Narkoba tersebut disimpan di tempat-tempat yang dinilai aman. Itu modusnya mengirimkan narkoba kepada pembeli.

“Biasanya di bawah pohon. Jadi enggak ketemu langsung,” katanya.

Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota AKP Hamzah Badaru mengatakan RI tidak memiliki pekerjaan. Dia mendapat uang hanya dari bisnis narkoba itu. Sedangkan AW, kesehariannya sebagai pedagang keliling. “Kalau yang kurir itu kesehariannya jualan es,” ujarnya menjelaskan.

Sebagai bandar, RI dijerat dengan pasal 111 jo 114 jo 112 KUHP UU RI nomor 35 tahun 29 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara. Sementara AW dijerat dengan pasal 111 jo 114 jo 127 undang-undang yang sama dengan ancaman hukuman 4 sampai 12 tahun penjara. (rga)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.