Pasca Pemilu, Potensi Kerawanan Kompleks

Polres Tasik Siagakan Tim Anti Teror Pada Arus Mudik 2019

110
0
DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA CEK KESIAPAN. Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra SIK didampingi Sekda Kabupaten Tasikmalaya Iin Aminudin mengecek kesiapan pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2019, Selasa (28/5).

TASIK – Mengantisipasi terjadinya aksi teror terhadap pemudik pada arus mudik dan balik Lebaran, Polres Tasikmalaya menyiapkan tim anti teror. Tim tersebut bertugas selama Operasi Ketupat Lodaya 2019 sejak Rabu (29/5) sampai Senin (10/6).

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra SIK memimpin gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2019. Tujuannya untuk mengecek kesiapan petugas pengamanan arus mudik dan balik Lebaran agar masyarakat aman dan nyaman.

Dony mengungkapkan karakteristik khas Operasi Ketupat Lodaya 2019 sangat berbeda dengan tahun 2018. Karena tahapannya tidak lama setelah selesai pelaksanaan Pemilu 2019 yang membuat potensi kerawanannya semakin kompleks. Seperti rawan terjadinya aksi teror kepada masyarakat, pencurian, kekerasan, perampokan, begal, premanisme, intoleransi dan lainnya.

Baik dalam arus mudik memakai jalur transportasi darat, laut dan udara.

Kerawanan tersebut, ungkap dia, menjadi fokus antisipasi dari Polres Tasikmalaya selama menggelar Operasi Ketupat Lodaya. Selain disiapkan pos-pos pengamanan, pelayanan dan gatur, antisipasinya dengan menyiapkan anggota khusus anti teror di titik arus mudik lebaran.

”Untuk seluruh total personel gabungan dalam Operasi Ketupat Lodaya ini ada 943 personel. Dari TNI, Polri, Satpol-PP, Dishub, Damkar, Tagana, BPBD, pramuka dan lainnya. Sementara anggota dari polres kita siapkan 627 personel,” terang Dony.

Supaya tidak terjadinya teror, kata dia, Polres menyiapkan anggota khusus pengamanan baik terhadap pemudik atau masyarakat maupun petugas lainnya dalam mengatur lalu lintas maupun pengamanan jalur.

“Di setiap titik jalur mudik, pasti kita melakukan pengamanan, kita siapkan personel, karena kita tidak tahu perkembangan situasi di lapangan setiap waktu, utamanya selain melakukan pelayanan kepada masyarakat mempertimbangkan keselamatan anggota kita di lapangan,” paparnya.

Sebetulnya, kata Dony, tantangan utama arus mudik dan balik di wilayah Kabupaten Tasikmalaya yakni transit jalur pembuangan kendaraan dari daerah lain. ”Menunggu limpahan kendaraan apabila Gentong dan Garut macet. Maka dialihkan ke kita, kita rekayasa lalu lintas khususnya di Alun-alun Singaparna. Ada pengalihan arus apabila Ciawi-Gentong padat, maka kendaraan Ciamis-Banjar ke kita,” tambahnya.

1.040 Personel Gabungan

Sebanyak 1.040 personel gabungan dari Polri, TNI, Pemkot dan relawan disiagakan mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2019, yang bertugas di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf menyebut 640 diantaranya merupakan personel dari Polri, Polda dan Polres. “Kita siap untuk mengawal jalannya arus mudik dan balik. Dari mulai titik wilayah perbatasan seperti Malangbong, Rajapolah sampai Perbatasan Ciamis,” ucapnya usai apel gelar pasukan ops Ketupat Lodaya 2019 di mapolres, Selasa Pagi (28/5).

Selain di jalur tersebut, kata dia, personel akan disiagakan di stasiun, terminal serta jalur alternatif yang bisa digunakan untuk mudik. Mengingat, Tasikmalaya merupakan kota tujuan mudik dan perlintasan para pemudik baik dari arah Barat, seperti Bandung atau pun dari Jakarta menuju Jawa Tengah yang melalui Jalur Selatan. “Kami pun berkoordinasi dengan instansi terkait dari Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, supaya menyiapkan pelayanan kesehatan, alat berat, derek dan lain-lain,” jelas dia.

Febry menyebut secara umum kesiapan jalur sudah siap. Hanya saja masih terdapat sejumlah titik yang perlu perbaikan penerangan jalan umum (PJU). “Untuk jalan rusak sudah pada diperbaiki, hanya penerangan ada beberapa yang informasinya masih terkendala. Kita sudah koordinasi supaya dimaksimalkan sehingga, pemudik nyaman dan aman,” terangnya.

Pihaknya memprediksi arus mudik mulai berangsur sejak Rabu (29/5), mulai terasa. Puncak arus mudik sendiri ditaksir akan terjadi pada H-3 Lebaran. Sementara arus balik diprediksi memuncak pada H+2 dan H+3 Lebaran, mengingat jadwal kalender lebaran cukup mepet dengan waktu kembali masuk kerja. “Khususnya PNS itu kan harus sudah masuk pada 10 Juni. Otomatis, waktu yang mepet setelah lebaran perlu diwaspadai,” tutur Febry.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman berpesan personel gabungan juga tidak terfokus mengamankan jalur mudik dan balik saja. Namun, potensi kerawanan di daerah, perlu diantisipasi. “Evaluasi penyelenggaraan Operasi Ketupat Lodaya tahun lalu, sudah bagus. Terlihat koordinasi dan sinergitas seluruh stakeholder mendapat apresiasi dari publik,” ucapnya.

Ia mengimbau masyarakat yang hendak mudik untuk menyiapkan fisik, kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas. Sehingga bisa menghindari risiko yang tidak diharapkan saat hendak pulang kampung. “Siapkan secara fisik dan segala yang harus disiapkan. Di Jalan ada personel gabungan yang akan mengawal, termasuk pelayanan yang diperlukan pemudik saat melintas,” tandasnya. (dik/igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.