Ponakan Minta Pamannya Dipenjara Seumur Hidup

739
OTOPSI. Tim Forensik keluar dari Kamar Mayat RSUD dr Soekardjo setelah melakukan otopsi jenazah Makim, korban pembunuhan adiknya, Kamis (15/11). foto; rangga jatnika/ radar tasikmalaya

TASIK – Kasus pembunuhan dilakukan oleh seorang adik terhadap kakaknya yang terjadi di Kampung Paseh Desa Jayamukti Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya Selasa (13/11) lalu, masih dalam pemeriksaan petugas.

Rasa jengkel keluarga kepada Ad (36) yang telah membunuh kakaknya sendiri Makim (56) tidak bisa ditutupi.

Husen anak sulung dari Makim, yang tak lain keponakan dari pelaku Ad minta pamannya itu dihukum seumur hidup.

Dia tidak menyangka ayahnya akan meninggal dengan cara yang tragis. Terlebih pelakunya adalah adik kandung dari ayahnya atau pamannya sendiri.

“Kaget juga saya, kenapa bisa begini,” ujarnya di Kamar Mayat RSUD dr Soekardjo, Kamis (15/11).

Meskipun Ad merupakan pamannya, kata Husen, namun apa yang dilakukan sudah tidak bisa ditolelir.

Dia mengharap penegak hukum memberikan sanksi seberat-beratnya untuk Ad. “Jangan hukum mati karena terlalu sebentar, tapi hukum sampai mati,” ungkapnya.

Dia sendiri tidak terlalu kenal dekat dengan Ad karena jarang bertemu. Karena sudah lama pamannya itu merantau ke Tanggerang sebagai pekerja konveksi.

“Pernah beberapa kali datang tapi hanya sapa-sapa seperlunya saja,” akunya.

Terakhir kali Husen bertemu ayahnya yakni dua Minggu ke belakang, tidak ada perbincangan serius hanya saling bertanya kabar.

Jumat 9 November pun dia sempat mengunjungi rumah ayahnya di Paseh, Desa Jayamukti Kecamatan Pancatengah. “Tapi lagi gak di rumah, dicari ke masjid juga tidak ada, jadi waktu itu enggak ketemu,” terangnya.

Husen menyebutkan ayahnya memiliki empat anak, selain dirinya yang tinggal di Cikalong, ada tiga adiknya yaitu Maya yang tinggal di Cikalong, Opik di Karangnunggal dan Kiki yang bekerja di Kota Tasikmalaya.

Kemarin tim forensik Polda Jawa Barat melakukan otopsi jenazah Makim di Kamar Mayat RSUD dr Soekardjo yang dipimpin oleh dr Fahmi. Otopsi berlangsung selama kurang lebih 2 jam.

Dr Fahmi enggan memberikan penjelasan detail terkait otopsi yang dilakukan. Dia hanya menyebutkan bahwa luka serius Makim berada di bagian kepala, untuk keterangan lebih lanjut terkait hasil otopsi akan disampaikan penyidik. “Kebanyakan di kepala,” singkatnya.

Terpisah, Pimpinan Pondok Pesantren Suryalaya KH Zaenal Abidin Anwar meminta masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Supaya menguatkan imannya agar terhindar dari perbuatan keji seperti pembunuhan.

KH Zaenal mengingatkan saat ini masyarakat harus menghindari dari yang namanya fitnah.

Artinya, perlu pendekatan kepada agama secara baik dan benar. Termasuk meningkatkan dan menguatkan diri dengan beriman kepada Allah SWT.

”Tidak percaya dan mengimani kepada yang lainnya. Selain Allah SWT, untuk menghindari musyrik yang memunculkan perbuatan keji,” ungkap KH Zaenal saat dihubungi Radar, Kamis (15/11).

Menghindar dari kemusyrikan sebagai larangan dalam agama Islam. Apalagi ada kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi oleh tuduhan yang berasal dari paranormal.

”Mari masyarakat iman dan takwa menghindari penyelewengan iman dan menolak fitnah,” ujarnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya KH Ii Abdul Basyit menyikapi soal kejadian pembunuhan yang terjadi di Pancatengah, Ia menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian dalam proses hukum terhadap pelaku.

”Serahkan ke aparat penegak hukum,” ungkap KH Ii melalui pesan Whatsapp kepada Radar. (rga/dik)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.