Ponpes Al-Khoeriyah Terbakar Tengah Malam, Santri Selamat

694
0
TINGGAL PUING-PUING. Ruang belajar Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoeriyah Kelurahan Bantarsari Kecamatan Bungursari tinggal puing-puing usai terbakar, Rabu (7/8).Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya

BUNGURSARI – Pondok Pesantren Al-Khoeriyah Kelurahan Bantarasari Kecamatan Bungursari hangus terbakar pada Selasa (6/8) tengah malam. Untungnya tidak ada santri yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Sekretaris Yayasan Ponpes Al-Khoeriyah Iis Nurul mengatakan, bangunan yang terbakar yakni ruangan kelas VII dan VIII yang biasanya digunakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Untuk sementara, puluhan pelajar dan santri di kelas tersebut harus belajar di aula yang biasa. “Mau bagaimana lagi, sementara ruangan kelasnya tidak bisa digunakan,” ungkapnya kepada Radar, Rabu (7/8).

Kebakaran pertama kali diketahui oleh beberapa santri yang meronda sekitar pukul 23.30. Kondisi api sudah besar di ruangan kelas yang berada di lantai tiga tersebut. “Ketemunya sama santri yang lagi ngeronda malam, ketahuannya api sudah besar,” ujarnya.

Santri itu pun langsung membangunkan teman-temannya dan memberi tahu warga di sekitar pesantren. Secara bergotong-royong, mereka berupaya memadamkan api dengan peralatan sederhana.

Pemadam kebakaran mendatangkan empat armadanya guna menjinakkan si jago merah. Api baru bisa dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 03.15. Beruntung tidak ada korban dalam insiden tersebut. “Untungnya tidak sampai merembet ke pondok santri putri,” katanya.

Selain dua ruangan kelas, sebuah bangunan tempat penyimpanan kayu pun ikut hangus. Informasi di lokasi, api di duga berawal dari bangunan tersebut. Namun, untuk penyebab kemunculan api, pihak pesantren pun belum bisa memastikan.

Kabid Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Tasikmalaya Mulyono mengatakan, pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 00.55. Pihaknya langsung menerjunkan satu unit water supply dan fire truck. “Kita datang, api sudah cukup besar,” ujarnya.

Posisi kebakaran yang berada di lantai tiga, kata Mulyono, menjadi kendala bagi petugas dalam memadamkan api. Pihaknya saat ini belum memiliki peralatan memadai untuk pemadaman di posisi yang tinggi. “Tapi yang penting api berhasil dipadamkan,” katanya. (rga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.