Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.1%

88.5%

3.1%

0.3%

5.9%

0%

1%

0%

Ponpes Berisiko Jadi Lahan Kampanye

13
0
KUMPUL. Komisioner Bawaslu kabupaten Pangandaran saat media gathering di Objek Wisata Karapyak Senin (18/11).

PANGANDARAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran menyebutkan pondok pesantren (ponpes) bisa menjadi lahan seksi untuk meraih suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan mengatakan pondok pesantren memilik basis keumatan yang kuat dan memiliki kultur ketaatan terhadap para kiai. ”Kultur tersebut kadang dimanfaatkan peserta pilkada untuk berkampanye,” ungkapnya saat memberikan sambutan dalam Media Gathering, Senin (18/11).

Untuk itu, pihaknya tidak ingin santri ataupun kiai di ponpes terjebak dalam pusaran pelanggaran pemilu seperti praktek money politics ataupun bantuan lain. ”Jangan sampai karena ketidaktahuan menerima bantuan yang mengarah kepada salah satu peserta Pilkada, kemudian dianggap sebagai pelanggaran” tuturnya.

Menurut dia, Bawaslu bukan bermaksud melarang peserta Pilkada 2020 untuk memberikan bantuan kepada masyarakat atau pesantren.”Tapi jangan sampai pemberian itu jadi syarat dukungan kepada salah satu calon,” tuturnya.

Ia pun mengajak kepada seluruh media masa untuk menyosilaisasikan kepada masyarakat umum terkait dengan peraturan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. ”Bahwasanya si penerima uang juga bisa ditindak dalam Undang- Undang tersebut,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Bawaslu juga akan siap melakukan pengawasan terhadap netralitas ASN Kabupaten Pangandaran di Pilkada 2020. ”Kemungkinan petahana akan maju lagi dan tentunya kita akan mengawasi terhadap sikap ASN di Pilkada 2020,” ujarnya. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.