Ponpes Cipasung Tasik Usulkan 1.000 Santri di-Swab Test

294
0
JADI RUANG ISOLASI. Gedung lantai III di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya dijadikan tempat ruang isolasi mandiri bagi santri, keluarga dan pengasuh yang terkonfirmasi positif Covid-19, Senin (5/10).

TASIK – Hasil swab test massal kedua terhadap 200 orang santri dan keluarga serta pengasuh Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya belum keluar. Hal ini, membuatDinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya meminta ke-200 orang tersebut melakukan isolasi mandiri.

Ketua Satgas Covid-19 Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi mengatakan untuk hasil swab test massal kedua terhadap 200 orang santri dan keluarga pengurus Ponpes Cipasung belum turun dari RSUD SMC Tasikmalaya.

“Semua hasilnya nanti keluar dari hasil pemeriksaan sampel swab test dari RSUD SMC. Kemungkinan besok (hari ini, Red) baru bisa disampaikan,” ujar Atang kepada Radar, Senin (5/10).

Dia menambahkan nanti hasil swab test massal kedua tersebut akan disampaikan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya secara resmi. “Termasuk di situs SIGESIT 119 dicantumkan ketika ada peningkatan jumlah yang terpapar Covid-19,” tuturnya.

Ketua Relawan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Cipasung, Hariyadi Ahmad Satari mengaku masih menunggu hasil swab test dari Gugus Tugas. Pihaknya masih belum menerima informasi hasilnya.

“Yang jelas 200 orang yang diantaranya 140 santri dan 60 keluarga serta pengurus pesantren Cipasung yang sudah di swab saat ini sedang menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ke depan,” terang dia.

Untuk para santri yang dilakukan swab test ini, kata dia, ditempatkan terpisah dengan santri yang sehat lainnya. “Sudah diberikan tempat atau gedung untuk isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab test,” ungkapnya.

“Ini untuk antisipasi agar penyebaran Covid-19 di pesantren Cipasung tidak meluas. Jadi para santri tidak diizinkan keluar atau kontak erat dengan lingkungan pesantren dan luar untuk sementara sampai isolasi mandiri 14 hari selesai,” kata dia.

Selama isolasi mandiri, tambah Hariyadi, pihak pesantren mencukupi semua kebutuhan santri baik makanan bernutrisi termasuk pengawasan dari dokter pos kesehatan pesantren. “Termasuk psikolog kita juga siapkan,” tuturnya.

Hariyadi menambahkan dari 200 orang yang mengikuti swab test massal kedua beberapa hari lalu, pada umumnya tidak mempunyai gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG). “Mudah-mudahan nanti hasilnya semua negatif Covid-19,” tambah dia.

Sementara itu, yang 86 orang santri termasuk dewan guru di Yayasan Pondok Pesantren Cipasung kondisinya sudah mulai membaik. Baik yang isolasi mandiri maupun yang diisolasi di RSUD SMC.

“Rencananya kami dari pihak pesantren akan mengusulkan kepada Gugus Tugas Covid-19, untuk swab test massal kembali kepada 300 santri atau bahkan 1.000 orang agar semuanya clear, dan pesantren dinyatakan bebas Covid-19,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, jumlah santri, keluarga serta pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Cipasung Tasikmalaya yang terpapar Covid-19 diprediksi bertambah. Setelah Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya kembali melakukan swab test terhadap 200 orang santri dan pengurus ponpes, Minggu (4/10). Yang hasilnya akan keluar hari ini (5/10).

Sebelumnya, pada swab test massal tahap pertama dari 148 orang santri dan pengurus ponpes. Sebanyak 86 orang dinyatakan positif Covid-19.

Ketua Relawan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Pondok Pesantren (Ponpes) Cipasung, Tasikmalaya, Hariyadi Ahmad Satari menjelaskan hingga saat ini jumlah yang terpapar Covid-19 di Ponpes Cipasung berjumlah 86 orang sesuai data dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya.

“Data (86 positif Covid-19, Red) tersebut hasil uji swab test massal tahap pertama terhadap 148 orang santri dan keluarga serta dewan guru di yayasan Ponpes Cipasung,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Sementara itu, lanjut dia, dalam swab test massal tahap kedua yang dilaksanakan Jumat (2/10) lalu terhadap 200 orang. Terdiri dari 140 santri dan 60 keluarga serta pengurus pesantren, baik yang kontak erat maupun mempunyai gejala seperti pilek dan lainnya.

“Hasil swab test tahap kedua ini, keluarnya Senin (5/10). Dan akan disampaikan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya. Jadi kita masih menunggu hasilnya,” terang Hariyadi.

Adapun yang 86 orang positif Covid-19 ini, kata dia, dua orang santri yang mempunyai gejala pilek dan Indra penciumannya terganggu diisolasi di RSUD SMC. Termasuk satu dokter pos kesehatan pesantren yang masih keluarga Cipasung.

Untuk sisanya, terang dia, sebagian besar tidak mempunyai gejala atau orang tanpa gejala (OTG) diisolasi mandiri di gedung yang disiapkan di kompleks pondok pesantren Cipasung. Dan kondisinya sudah mulai membaik.

“Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik, kita dari relawan dengan APD lengkap memberikan kebutuhan makanan bernutrisi seperti susu dan buah-buahan. Termasuk disiapkan dua psikolog dan empat dokter pos kesehatan pesantren untuk merawatnya,” ungkap dia.

Dia menjelaskan psikolog ini untuk memberikan motivasi dan semangat khususnya kepada para santri agar tidak panik dan tetap tenang serta gembira.

Supaya daya imun tubuhnya meningkat, sehingga dengan sendirinya virus Covid-19 ini hilang.

Hariyadi mengungkapkan awal mula munculnya kasus Covid-19 di lingkungan Ponpes Cipasung, kata dia, kurang lebih sepakan lalu ditemukan puluhan santri yang pada umumnya asal luar Tasik mengeluh anosmia atau gangguan indra penciuman.

“Jadi para santri ini, mengeluh gangguan penciuman, hidung dan indra perasa lidah tidak terasa. Makan juga hambar termasuk tidak bisa mencium bau. Pada umumnya kan kalau gejala Covid-19 ini demam dan sesak, ini justru tidak,” ungkap dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.