Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.4%

19.9%

7.3%

69.4%

Ponpes Pulosari Limbangan Garut, Santri Dipulangkan, Aktivitas Belajar Dikurangi

267
0
BELAJAR. Beberapa santri mengikuti kegiatan. Sebagian besar santri dipulangkan akibat adanya pandemi corona. yana taryana / rakyat garut

Pesantren Pulosari di bulan Ramadan tahun ini sepi dari aktivitas belajar para santri. Wabah corona membuat pengasuh pesantren memulangkan seluruh santri yang belajar di pesantren tersebut.

Yana Taryana, Limbangan

SUASANA hening terasa ketika berada di lingkungan Pondok Pesantren Pulosari di Kampung Pulosari Desa Cijolang Kecamatan Limbangan. Aktvitas belajar ilmu agama di pesantren itu juga tidak terlihat.

Baca juga : PSBB di Garut Ada Check Point di Setiap Kecamatan

Bangunan tempat tinggal santri atau kobong juga hening, tanpa aktivitas. Hanya beberapa pengurus pesantren dan warga yang masih terlihat beraktivitas di pesantren tersebut.

“Biasa kalau Ramadan ramai yang ngaji. Ketika ada corona, semuanya berubah drastis, pesantren sepi karena kami pulangkan semua santri di sini,” ujar pengasuh Ponpes Pulosari ustaz Said Mubarok kepada wartawan Jumat (7/5).

Sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, aktivitas para santri dalam belajar ilmu agama Islam pada bulan Ramadan selalu ramai. Setiap harinya, ada lima sampai tujuh kali jadwal pengajian.

Di bulan Ramadan, pihaknya selalu mengadakan kajian materi kitab kuning. Juga memberi materi kitab baru ke para santri.

“Kayak kitab Al-Hikam, Jauharmaknun atau Tafsir Yasin. Bisa lima sampai enam kitab yang dipelajari di Ramadan ini,” katanya.

Tetapi sekarang berbeda. Tidak ada aktivitas itu lagi. Seluruh kegiatan belajar sekarang hanya diikuti beberapa santri yang merupakan warga sekitar pondok.

“Saya sebenarnya sedih. Padahal di bulan Ramadan, jadi ladang untuk menambah amal dengan beribadah bersama,” terangnya.

Dari ratusan santri, tambah dia, tinggal 30 santri yang bertahan. Bersama pemuda di sekitar pesantren, masih rutin diadakan pengajian.

“Hanya saja pada Ramadan tahun ini jadwal pengajian satu kali, pada malam hari saja,” ucapnya.

Baca juga : PSBB di Garut Jadi 14 Kecamatan, 2 Wilayah Merupakan Perbatasan Zona Merah

Santri yang ada pun tidak diperkenakan untuk keluar pesantren. Pihaknya juga menerapkan social distancing.

“Walau tidak terlalu ramai, minimal masjid masih ada aktivitas. Salat tarawih juga masih ada, tapi terbatas bagi santri yang ada saja. Tidak menerima yang dari luar,” paparnya. (*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.