Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.3%

70.1%

Ponpes Suryalaya Tasik Jadi Percontohan Digitalisasi Pesantren se-Jabar

4938
4
HARLAH PONPES SURYALAYA radartasikmalaya.com
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, usai menghadiri Harlah Ponpes Suryalaya ke115, Sabtu (05/09) siang. rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

KABUPATEN TASIK – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, Pondok Pesantren (Ponpes) Suryalaya di Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya menjadi contoh pengaplikasian Digitalisasi Pesantren.

Kata dia, Digitalisasi Pesantren ini adalah salah satu langkah agar aktivitas keagamaan seperti pengajian bersama tetap berjalan sambil menjaga protokol kesehatan.

Hal itu dikatakan Emil -sapaan akrab Ridwan Kamil- kepada radartasikmalaya.com usai menghadiri Harlah Ponpes Suryalaya ke-115 sekaligus launching digitalisasi pesantren, Sabtu (05/09) siang.

“Suryalaya adalah yang pertama di Jabar melakukan digitalisisasi pesantren atau smart village,” katanya.

Terang Emil, Suryalaya dijadikan salah satu contoh yang mesti ditiru oleh pesantren lainnya di Jawa Barat demi mewujudkan program Pesantren Juara.

“Ya, di era covid-19 ini semua institusi harus fasih dunia digital. Smart Village seperti di Pesantren Suryalaya ini harus dilakukan oleh semua pesantren dalam menguatkan sistem kedigitalan di era pasca covid,” terangnya.

Emil menambahkan, program digitalisasi pesantren merupakan salah satu janji politiknya yang ditargetkan tahun ini bisa terealisasi dan diaplikasikan di semua ponpes yang ada di Jawa Barat.

Dirinya pun menargetkan pengaplikasian Digitalisasi Pesantren tidak akan sebagian-sebagian, tapi akan diterapkan serentak secara keseluruhan di setiap Ponpes se-Jabar.

“Tadi saya lapor sesuai janji politik sudah dibahas. Mudah-mudahan tahun ini bisa selesai sehingga tidak perlu di keteng-keteng. Sehingga dukungan pesantren bisa sistematis dari berbagai bidang,” tambah Emil.

Dalam penerapannya keseluruhan nantinya, jelas Emil, selain sistem pendidikannya akan dipakai digitalisasi pesantren terhadap sarana pendukung seperti infrastruktur dan kelengkapan sarana pendidikan lainnya.

Sehingga, alumni atau para santri pesantren nantinya akan sama statusnya dengan pelajar lulusan dari lembaga pendidikan reguler.

Bahkan, terdapat kelebihan ilmu yang didapatkan dari pondok pesantren yakni pendidikan keagamaan secara mendalam.

“Jadi nanti setelah digitalisasi pesantren bisa sistematis baik kurikulum, infrastruktur dan pendidikannya. Itu harapan kita,” jelasnya.

Sementara itu, Humas Ponpes Suryalaya, Iing Farid Khozin mengakui, penerapan Digitalisasi Pendidikan di pesantrennya yang bagian dari smart village yang telah dimulai bertepatan dengan Harlah pesantrennya.

Yakni, pengajaran atau pengajian di pesantrennya berbasis IT dengan disiarkan langsung melalui internet.

Sehingga, jemaah atau santri pesantrennya di daerah mana saja di Indonesia bisa mengikuti pengajaran sekaligus berinteraksi melalui sistem daring atau online.

“Pengajaran di pondok pesantren dikembangkan melalui IT seperti di kami merupakan program Gubernur Jabar. Contoh yang telah kami lakukan adalah pengajian selalu disiarkan online supaya bisa diikuti oleh jemaah di manapun berada. Kedepannya memang ini adalah modernisasi yang harus diikuti sesuai perkembangan zaman,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

4 KOMENTAR

  1. Bimillahhirrohmannirohim.. Hasbunalloh wa Ni,man Nasir bilbaroķah… meskipun Abah Anom sdh Almarhum tetapi PP Suryalaya tetap jaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.