Populasi Sapi Naik 3,86 %

6

JAKARTA – Untuk mempercepat peningkatan populasi sapi atau kerbau, Kementerian Pertanian (Kementan) membuat program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang dimulai sejak Oktober 2016. Tujuannya untuk mempercepat peningkatan populasi sapi di tingkat peternak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita mengatakan, program ini sebenarnya kelanjutan dari program Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB) sebelumnya. Namun lebih komprehensif dengan lebih mengoptimalkan pelayanan reproduksi kepada sapi-sapi milik peternak.

Dari program tersebut, telah terjadi lompatan populasi yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari rata-rata pertumbuhan populasi sapi-kerbau dari sesudah program GBIB dan Upsus Siwab 2014-2017.

”Ini mengalami kenaikan sebesar 3,86 persen per tahun, dibanding pertumbuhan populasi sebelum program GBIB dan Upsus Siwab 2012 – 2014 dengan rata-rata pertumbuhan per tahunnya sebesar 1,03 persen,” kata I Ketut Diarmita di Jakarta Selasa (8/1).

Menurutnya, dalam dua tahun pelaksanaan program tersebut, pelayanan Inseminasi Buatan/IB dari Januari 2017 hingga 31 Desember 2018 telah terealisasi 7 juta ekor. Kelahiran pedet mencapai 2,7 juta ekor atau setara Rp 21,95 triliun dengan asumsi harga satu pedet lepas sapih sebesar Rp 8 juta per ekor.

”Nilai yang sangat fantastis mengingat investasi program Upsus Siwab pada 2017 sebesar Rp 1,41 triliun, sehingga ada kenaikan nilai tambah di peternak sebesar Rp 20,54 triliun,” katanya.

”Esensi Upsus Siwab adalah mengubah pola pikir petani ternak domestik yang cara beternak peternaknya selama ini masih bersifat sambilan diarahkan ke praktik beternak yang menuju ke arah profit dan menguntungkan bagi peternak,” tambah I Ketut Diarmita.

Menurutnya, selain percepatan peningkatan populasi sapi dan mengubah pola pikir peternak dampak Upsus Siwab juga mampu menurunkan pemotongan betina produktif melalui kerja sama dengan Baharkam Polri.

Pemotongan sapi dan kerbau betina produktif secara nasional pada periode Januari sampai November 2018 sebanyak 8.514 ekor. Jumlah pemotongan tersebut menurun 57,12 persen dibandingkan dengan pemotongan sapi dan kerbau betina produktif pada periode yang sama pada 2017. (bay/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.