Posisi Warga Jabar di Tingkat Nasional, Begini Kata Uu Ruzhanul Ulum

138
0

DADAHA – Pimpinan pondok pesantren Al-Mujahidin dan segenap Pengurus Forum Pondok Pesantren (FPP) Priangan Timur, Korwil V Jabar menyelenggarakan Istighotsah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, sekaligus takbir akbar dalam rangka peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Istigosah yang bertemakan Ta’diimul’ulama Wal’umaroo ini digelar di Kawasan Dadaha, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Kamis (20/03).

Dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum, Kapolres Kota Tasikmalaya AKBP Febri Kurniawan Maruf, Qori internasional KH. Mumin Ainul Mubarok, para kyai se-Priangan Timur dan tamu undangan lainnya.

Uu Ruzhanul Ulum dalam sambutannya mengatakan, pemimpin di wilayah hingga tingkat nasional belum pernah ada orang yang berdarah Sunda.

“Saya teringat slogan yang digunakan oleh orang Sunda. Silih asah, silih asih, dan silih asuh, tetapi kadang-kadang orang Sunda menggunakan slogannya silih gasak, silih gosok dan akhirnya silih gesek. Ini sebagai bukti bahwa pemimpin nasional tidak ada yang berdarah Sunda,” katanya.

UU berpesan kepada masyarakat untuk saling menjaga, mendorong dan membangun orang Sunda agar nantinya memiliki kewenangan pemimpin di nasional. “Supaya kewenangan orang Sunda lebih luas,” tandasnya.

“Salah satu contohnya kenapa pembangunan Jawa Barat tidak begitu hebat. Orang sunda per tahun dari APBN hanya kebagian 900 ribu, sedangkan dari luar Jawa ada yang kebagian Rp1,5 jt per tahun, ada Rp1,3 jt per tahun. Padahal penduduk Jabar lebih banyak. Kenapa bisa terjadi ? karena memang orang Jabar tidak memiliki posisi penting di sana, (di pusat, red),” katanya.

Bila dibandingkan dengan di Pulau Bali, kata Uu sangat berbeda sekali. “Mohon maaf jika dibandingkan dengan Pulau Bali penduduknya sekitar 5 juta, kepala daerahnya ada 5, dan DPRD 50 orang x 5. Jika dibandingkan dengan penduduk Kabupaten Bogor sekitar 6 juta, bupati kepala daerahnya hanya 1 orang, dan anggota DPRD nya 50 orang. Kabupaten Bogor mengurus 6 juta orang. Kenapa bisa terjadi seperti itu ? karena kita belum ada keberpihakan di tingkat nasional,” ungkap Uu

“Oleh karena itu mari kita dorong, dan mari kita doakan mudah-mudahan orang yang berkiprah di Jawa Barat supaya memiliki kewenangan di tingkat nasional, sehingga berpihak kepada masyarakat Jabar,” tandasnya. [anshari]

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.