Positif Corona di Garut Nambah Lagi 2 Orang dari Tarogong Kaler & Cikajang

573
0

GARUT KOTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mencatat penambahan dua kasus pasien positif Covid-19 di Garut. Dengan penambahan itu, total enam orang dinyatakan positif Covid-19. Satu di antaranya sudah meninggal dunia.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman mengatakan dua orang positif tersebut berasal dari Kecamatan Tarogong Kaler dan Cikajang. Keduanya sempat menjalani rapid test dan hasilnya reaktif atau positif corona.

Baca juga : 1 Kampung di Cigedug Garut Diisoli 14 hari, Kecamatan Cikajang, Bayongbong & Cisurupan akan Lakukan Ini..

“Setelah rapid test dan hasilnya reaktif, kami lalu melakukan uji swab. Hasilnya sudah keluar dan dinyatakan positif,” ujar Helmi kepada wartawan Kamis (23/4).

Helmi menambah­kan satu orang positif memiliki riwayat perjalanan dari Nepal. Sedangkan satu lagi, tertular setelah berpergian ke zona merah di wilayah Garut.

“Riwayat perjalanan dari Nepal, satu lagi lokal. Kepada masyarakat, sekarang sudah ada zona merah. Karena ada satu yang meninggal dan positif. Walau hanya di satu desa dan kecamatan,” katanya.

Loading...

Helmi meminta warga tetap berada di rumah. Anjuran dari pemerintah pusat dan daerah harap diperhatikan. Apalagi kasus corona di Garut terus bertambah. “Tolong diperhatikan anjuran dari pemerintah, jangan diabaikan. Virus ini bahaya,” terangnya.

Terpisah, Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut Ricky Rizki Darajat mencatat terdapat 10 kasus baru pasien dalam pengawasan (PDP). Total PDP di Garut hingga Kamis malam tercatat 45 kasus.

Menurut dia, ditemukannya 10 PDP dalam satu hari merupakan capaian tertinggi selama pandemi Covid-19. Menurut dia, penigkatan jumlah PDP sudah diperkirakan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut.

“Sesuai prediksi, akan terjadi peningkatan kasus PDP di minggu ketiga April 2020. Tentunya temuan ini merupakan angka tertinggi sejak ditemukan kasus PDP di Kabupaten Garut,” katanya.

Ricky menyebutkan 10 PDP ditemukan di tujuh Kecamatan, yaitu Banyuresmi, Karang­pawitan, Leles, Garut Kota, Pamulihan, Kersamenah dan Tarogong Kidul. Sementara satu orang berasal dari Surabaya.

Baca juga : Ini Alasan Beberapa Desa di Garut Tolak Terima BLT

Ia me­nambahkan se­orang PDP juga dilaporkan meninggal dunia pada Rabu sore. Namun, setelah dilakukan penelusuran tim surveilans, PDP tersebut meninggal akibat penyakit penyerta lainnya berupa dugaan gangguan ginjal, diabetes mellitus, gangguan persarafan dan peradangan otak. “Jenazah PDP tersebut telah dilakukan tatalaksana sesuai protokol kesehatan dan dimakamkan di kampung halamnnya,” kata dia.

Dengan kejadian itu, total PDP yang meninggal sebanyak tujuh orang dari total 45 kasus. Sementara itu, 11 PDP masih menjalani perawatan. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.