Positif Covid-19 di Garut Meningkat, Bupati Instruksikan Tim Gugus Tugas Siaga 24 Jam

115
0
H Rudy Gunawan

TAROGONG KIDUL – Bupati Garut H Rudy Gunawan menginstruksikan seluruh Ketua Tim Gugus Tugas mulai tingkat kecamatan, kelurahan dan desa untuk Siaga selama 24 jam.

Hal ini dilakukan menyusul kembali meningkatnya penyebaran Covid-19 di masyarakat.

“Sekarang kembali outbreak penyebaran virus corona di masyarakat. Jadi tim gugus tugas harus siaga 24 jam,” ujar Rudy dalam keterangan melalui siatan videonya, Minggu (8/11).

Menurut dia, berdasarkan kajian dari Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, penularan Covid-19 di Garut saat ini terjadi lebih cepat. Sehingga banyak masyarakat yang terjangkit virus corona ini.

Dengan penularan yang cepat ini, kata dia, maka saat ini telah terjadi klaster-klaster baru yaitu klaster pesantren, klaster rumah sakit swasta, puskesmas dan klaster keluarga.

Baca juga : 20 Guru SD & PAUD di Karangpawitan Garut Positif Corona

Maka dari itu, kata dia, dirinya mengingatkan kepada seluruh satuan tugas (Satgas) Covid-19 di semua tingkatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penularan virus corona ini.

“Karena penularannya cepat, satu orang yang positif bisa menularkan kepada lebih dari 15 orang. Jadi harus waspada,” ujarnya.

Rudy juga menginstruksikan kepada kepala RSUD dr Slamet Garut dan Dinas Kesehatan untuk bersiaga 24 jam, karena situasi saat ini sangat membahayakan. Sehingga harus diwaspadai oleh semua.

“Kita juga dari Forkopimda akan bersiaga 24 jam, karena situasi ini sangat berbahaya, ” terangnya. Untuk memaksimalkan pelayanan di rumah sakit sebagai tempat isolasi, kata dia, pihaknya terus meningkatkan kualitas pelayanan di tempat isolasi, sehingga ada ketenangan lahir batin bagi mereka yang diisolasi.

Rudy mengatakan, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, Pemkab Garut terus melakukan uji swab terhadap masyarakat. Saat ini pihaknya telah menguji swab terhadap 34 ribu masyarakat di Kabupaten Garut.

“Kewajiban dari WHO itu hanya 27 ribu tes swab. Kita sudah melebihi kewajiban itu,” ujarnya.

Meskipun begitu, lanjutnya, dalam rangka tracing dan testing, Pemda akan terus melakukan uji swab, menyusul munculnya kluster baru, selain kluster pesantren seperti kluster keluarga dan kluster komunitas.

Dalam hal ini, pihaknya akan melakukan uji swab terhadap masyarakat yang memiliki kontak erat dengan orang yang positif Covid-19 serta orang yang bergejala saja.

“Jadi tracing yang akan dilakukan bilamana ada satu keluarga yang positif, maka yang kontak erat yang gaul setiap hari lebih dari pada dua hari itu dilakukan tracing, meskipun tanpa gejala,” terangnya.

Saat ini, Bupati menilai ketersediaan PCR (Polymerase Chain Reaction) di Kabupaten Garut sudah mencukupi kebutuhan untuk tes. “Saya kira PCR kami cukup, kami mendapatkan bantuan dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan Pemda pun menyediakan dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah),” katanya.

Bupati menambahkan, tidak ada pemberhentian tes PCR, akan tetapi tes PCR hanya dilakukan kepada masyarakat yang memiliki kontak erat terhadap pasien terkonfirmasi Covid-19.

“Tes PCR tetap dilakukan, tidak ada pemberhentian tes PCR, cuman tes PCR itu hanya diberlakukan kepada mereka yang kontak erat,” ujarnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.